Bisnis / Energi
Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:18 WIB
Areal kerja Pertamina Geothermal Energy Lumut Balai.
Baca 10 detik
  • PT Pertamina Geothermal Energy Tbk menerapkan prinsip ESG sebagai strategi utama untuk menjaga kepercayaan investor dan meningkatkan daya saing perusahaan.
  • Perusahaan mencatatkan produksi listrik sebesar 1.370 GWh pada kuartal I 2026 melalui pengelolaan 15 wilayah kerja panas bumi nasional.
  • PGE meraih penghargaan ESG Leadership Award 2026 di Surabaya atas keberhasilan mengintegrasikan praktik keberlanjutan ke seluruh aspek operasional perusahaan.

Suara.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menegaskan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) bukan sekadar memenuhi aspek kepatuhan, tetapi menjadi strategi bisnis untuk menjaga kepercayaan investor. Selain itu, ESG juga memperkuat daya saing perusahaan di tengah percepatan transisi energi.

Direktur Utama PGEO Ahmad Yani mengatakan, ESG bukan hanya kepatuhan, melainkan fondasi untuk menjaga keandalan operasional, memperkuat tata kelola, menciptakan nilai bagi masyarakat, serta mendukung transisi energi nasional

"Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi dan praktik keberlanjutan agar PGEO semakin berperan sebagai world leading geothermal producer dan geothermal center of excellence,” ujarnya seperti dikutip, Jumat (26/6/2026).

Ilustrasi ESG. [Dok Pexels].

PGEO menilai penerapan ESG yang konsisten juga berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja operasional. Sepanjang kuartal I 2026, perusahaan membukukan produksi listrik sebesar 1.370 gigawatt-hour (GWh) atau tumbuh 15,22 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 1.932 megawatt (MW). Dari jumlah tersebut, 727 MW dioperasikan langsung oleh PGE, sedangkan 1.205 MW dikelola melalui skema Kontrak Operasi Bersama.

Kapasitas tersebut setara dengan sekitar 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi nasional, sehingga menempatkan PGE sebagai salah satu pemain utama dalam mendukung sistem kelistrikan nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih.

Direktur Keuangan PGEO Fransetya Hutabarat mengatakan penerapan ESG juga menjadi faktor penting dalam membangun fundamental bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

"Bagi PGEO, ESG bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan, tetapi juga bagian dari cara perusahaan menjaga kualitas pertumbuhan," katanya.

Dalam hal ini, PGEO meraih ESG Leadership Award 2026 sebagai Sector Champion untuk kategori Infrastructure dalam ajang Asia-Pacific Sustainable Business & Innovation Forum (ASBIF) 2026 yang digelar di Universitas Airlangga, Surabaya.

Baca Juga: Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi PGE dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke seluruh aspek operasional perusahaan, mulai dari tata kelola perusahaan, pengelolaan lingkungan, keselamatan kerja, hingga pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional panas bumi.

Dalam ajang tersebut, PGE berhasil menjadi yang terbaik dari sembilan perusahaan kandidat di sektor infrastruktur. Capaian itu sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai salah satu perusahaan energi baru terbarukan (EBT) yang konsisten menjalankan praktik bisnis berkelanjutan.

"Penghargaan ESG Leadership Award ini menjadi pengakuan atas konsistensi PGE dalam menerapkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis dan operasional perusahaan. Bagi kami, ESG bukan hanya kepatuhan, melainkan fondasi untuk menjaga keandalan operasional, memperkuat tata kelola, menciptakan nilai bagi masyarakat, serta mendukung transisi energi nasional," kata Ahmad.

Load More