Bisnis / Keuangan
Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB
Pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno.akan berpartisipasi dalam aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement melalui PT Samala Serasi Utama (SSU) dan PT Bumi Hijau Sedaya. (Suara.com/Lilis)
Baca 10 detik
  • Sandiaga Uno masuk MUTU lewat aksi private placement.
  • Bisnis ESG, pasar karbon, dan halal makin diburu investor.
  • MUTU bidik ekspansi di sertifikasi, karbon, dan sektor F&B.

Suara.com - PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) bersiap memasuki fase ekspansi baru. Emiten yang bergerak di bidang sertifikasi dan assurance itu mendapatkan suntikan kepercayaan dari sejumlah investor strategis, termasuk pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno.

Sandiaga akan berpartisipasi dalam aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement melalui PT Samala Serasi Utama (SSU) dan PT Bumi Hijau Sedaya. PT Samala Serasi Utama diketahui merupakan perusahaan investasi yang terafiliasi dengan Sandiaga bersama mitra bisnisnya, Tsamanov.

Tak hanya itu, aksi korporasi tersebut juga didukung oleh Ridzki D. Kramadibrata, yang dikenal sebagai mantan CEO Grab Indonesia dan pernah menjabat COO AirAsia Indonesia.

Masuknya dua nama besar tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa sektor usaha berbasis ESG, pasar karbon, dan sertifikasi semakin dilirik investor. Di tengah percepatan pengembangan ekonomi hijau nasional, kebutuhan perusahaan terhadap layanan sertifikasi dan verifikasi terus meningkat untuk memenuhi standar bisnis global.

"Kami melihat MUTU sebagai institusi yang memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan di Indonesia," ujar Sandiaga Uno kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).

Manajemen MUTU menilai peluang bisnis ke depan semakin besar. Selain memperkuat layanan sertifikasi dan assurance yang menjadi bisnis inti, perusahaan juga membidik pertumbuhan dari sektor sertifikasi halal dan industri makanan dan minuman (F&B).

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, kebutuhan terhadap layanan sertifikasi halal yang kredibel dan diakui secara internasional terus meningkat. Di sisi lain, ekspansi industri makanan dan minuman nasional juga membutuhkan dukungan inspeksi, pengujian, serta assurance untuk meningkatkan daya saing produk di pasar domestik maupun ekspor.

Peluang lain datang dari pengembangan pasar karbon Indonesia yang saat ini tengah dipercepat pemerintah. MUTU tercatat sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) pertama di Indonesia yang terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor LVV-001-IDN dan menjadi salah satu lembaga yang aktif dalam ruang lingkup Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

Dengan kapabilitas validasi dan verifikasi berbasis standar internasional melalui kerangka Measurement, Reporting and Verification (MRV), perusahaan mengaku siap mendukung agenda dekarbonisasi nasional sekaligus membantu pelaku usaha memenuhi berbagai persyaratan ESG.

Baca Juga: MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

Load More