- Nilai tukar rupiah menguat 71 poin ke level Rp17.851 per dolar AS pada perdagangan Senin, 29 Juni 2026.
- Meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama pendorong penguatan mata uang rupiah tersebut.
- Bank Indonesia diproyeksikan terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian situasi geopolitik Timur Tengah.
Suara.com - Nilai tukar rupiah berakhir menguat terhadap dolar AS pada perdagangan, Senin, 29 Juni 2026. Penguatan ini telah terjadi sejak awal perdagangan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp 17.851 per dolar AS atau menguat tipis 71 poin atau 0,40 persen.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah terdorong sentimen positif dari konflik Amerika Serikat dan Iran yang mulai mereda.
"Rupiah dan mata uang regional maupun utama dunia umumnya menguat terhadap dolar AS merespon laporan bahwa AS dan Iran akan "menahan diri untuk sekarang" dan pembicaraan masih berjalan sesuai rencana," ujarnya.
Lukman melanjutkan, penguatan rupiah diproyeksi masih terus terjadi, jika Bank Indonesia masih melakukan intervensi. Sebab, ketegangan di Timur Tengah dengan Amerika masih bergerak fluktuatif.
"Prospek besok masih sulit diperkirakan mengingat ketidapastian perkembangan di Timur Tengah yang dapat berubah sewaktu-waktu," imbuhnya.
Selain rupiah yang menguat, beberapa mata uang Asia lainnya juga melemahkan dolar AS. Salah satunya, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah naik lebih 0,60 persen.
Diikuti, peso Filipina dan baht Thailand bergerak relatif stabil. Sebaliknya, won Korea Selatan melemah 0,61 persen.
Sedangkan, yen Jepang juga melemah 0,05 persen dan dolar Taiwan terkoreksi tipis sekitar 0,2 persen terhadap dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Pasar Modal Indonesia Turun Kasta Jadi Frontier Market? Dirut BEI Beri Bocoran
-
Profil Jeffrey Hendrik, Dirut BEI Baru dengan Janji Transparansi IHSG
-
Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan
-
Dirut Baru Berambisi Bawa BEI Masuk Daftar 10 Bursa Terbesar Dunia
-
Bikin Pusing Pengusaha, Mengapa Gas Industri Belakangan Ini Harganya Tinggi?
-
Dana Asing Rp449,83 M Minggat dari Pasar Saham di Sesi I, BBCA Banyak Dilepas
-
Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Kapabilitas Pengambil Keputusan untuk Dorong Pertumbuhan
-
Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China
-
Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini Jadi Komisaris Pertamina Retail?
-
Purbaya Endus Pegawai DJP Kongkalikong dengan Pengusaha soal Restitusi Pajak