Bisnis / Energi
Rabu, 01 Juli 2026 | 19:43 WIB
Kementerian ESDM mengatakan pengujian BBM diesel B50 di alat berat berjalan sukses. [Dok Kementerian ESDM]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia resmi memberlakukan mandatori program biodiesel 50 persen atau B50 secara serentak mulai 1 Juli 2026.
  • Gapki menjamin ketersediaan pasokan CPO nasional sebesar 53 juta ton mampu memenuhi kebutuhan program B50 hingga akhir tahun.
  • Kementerian ESDM menerapkan masa transisi selama tiga bulan untuk menghabiskan stok B40 sebelum beralih sepenuhnya ke B50.

Suara.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memastikan stok minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) aman untuk mendukung program tersebut.

Kebijakan mandatori biodiesel 50 persen atau B50 dijadwalkan mulai  diberlakukan secara serentak mulai hari ini, Rabu 1 Juli 2026.

"Implementasi B50 bulan Juli ini tidak ada masalah," ujar Ketua Umum Gapki, Eddy Martono saat dihubungi Suara.com pada Rabu (1/7/2026). 

Pada tahun 2026, produksi CPO nasional diproyeksikan mencapai 53 juta ton. Sementara itu, kebutuhan bahan baku untuk program B50 hingga akhir tahun ini diperkirakan hanya sekitar 1,74 juta ton.

Ilustrasi pabrik pengolahan CPO. [ANTARA]

"Sampai akhir tahun ini kebutuhan bahan baku CPO sekitar 1,74 juta ton, jadi ini tidak ada masalah," kata Eddy.

Sebagaimana disampaikan Kementerian ESDM, mandatory B50 efektif berlaku pada 1 Juli 2026.

Namun, juru bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia menyampaikan bahwa peluncurannya secara resmi masih menunggu jadwal Presiden Prabowo Subianto. 

"Penerapannya (B50) di Juli serentak. Tanggal peresmian launchingnya secara seremonial mungkin menunggu jadwal Presiden. 1 Juli ini sudah serentak semua pelaksanaan,” kata Anggia di Kementerian ESDM, Jakarta pada Selasa (30/6/2026). 

Anggia memastikan bahwa seluruh pasokan dan fasilitas dari sektor hulu hingga hilir saat ini dalam kondisi aman.

Baca Juga: B50 Resmi Berlaku, INDEF Beberkan Ancaman Kenaikan Harga Minyak Goreng

Ia menjelaskan bahwa kesiapan tersebut mencakup penyediaan bahan bakar nabati (BBN), proses pencampuran (blending), hingga jalur distribusi, sehingga kebijakan yang berlaku serentak pada bulan Juli ini bisa langsung diterapkan sesuai arahan presiden.

Anggia menambahkan bahwa setelah mandatori B50 resmi berjalan, pemerintah akan memberlakukan masa transisi dari B40 ke B50 selama tiga bulan.

"Penyesuaian tiga bulan untuk menghabiskan stok-stok B40 yang lama. Sekaligus untuk memastikan distribusinya ke luar daerah," jelas Anggia. 

Load More