Bisnis / Keuangan
Kamis, 02 Juli 2026 | 06:44 WIB
Peruri saat mengikuti Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) 2026 yang berlangsung pada 26-28 Juni 2026 di Trans Convention Center, Bandung. Foto ist.
Baca 10 detik
  • Peruri ubah limbah kertas menjadi paving block bernilai ekonomi.
  • Program WearCycle gandeng UMKM olah limbah tekstil jadi produk baru.
  • Inovasi ESG Peruri dorong ekonomi sirkular dan kurangi sampah industri.

Suara.com - Peruri menunjukkan bahwa limbah industri tidak selalu berakhir di tempat pembuangan. Melalui berbagai inovasi pengelolaan limbah, perusahaan pelat merah ini berhasil mengubah limbah produksi menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular.

Komitmen tersebut ditampilkan Peruri saat mengikuti Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) 2026 yang berlangsung pada 26-28 Juni 2026 di Trans Convention Center, Bandung. Dalam ajang tersebut, Peruri menghadirkan booth bertema sustainability yang memamerkan berbagai program keberlanjutan perusahaan.

Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah pengolahan limbah kertas berharga (security waste) menjadi paving block. Limbah kertas terlebih dahulu dihancurkan dan dimusnahkan menggunakan insinerator untuk menjaga keamanan informasi, kemudian abu hasil pembakaran diolah bersama material lain hingga menjadi paving block yang siap dimanfaatkan.

Langkah ini dinilai mampu memberikan manfaat ganda. Selain memastikan limbah dokumen rahasia dimusnahkan secara aman, inovasi tersebut juga membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta mendukung implementasi ekonomi sirkular.

Tak hanya itu, Peruri juga memperkenalkan program Peruri WearCycle, yakni inisiatif mendaur ulang seragam kerja yang sudah tidak digunakan menjadi berbagai produk baru. Program tersebut sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga menciptakan nilai ekonomi dari limbah tekstil.

Head of Corporate Secretary Peruri, Adi Sunardi, mengatakan partisipasi perusahaan dalam Sunda Karsa Fest menjadi bukti bahwa penerapan keberlanjutan dapat diwujudkan melalui langkah-langkah nyata.

"Partisipasi Peruri dalam Sunda Karsa Fest KKJ 2026 adalah wujud nyata bahwa keberlanjutan bisa dicapai melalui langkah konkret. Mulai dari pengelolaan limbah produksi secara bijaksana, pemanfaatan kembali material, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami percaya, inovasi berkelanjutan tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Selain menampilkan inovasi pengelolaan limbah, Peruri juga memperkenalkan berbagai program ramah lingkungan lainnya. Mulai dari pelestarian biodiversitas, penggunaan lampu hemat energi LED, operasional kendaraan listrik, pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap, hingga optimalisasi aset berbasis konsep green building.

Baca Juga: SIG Cetak 36 UMKM Baru di Tuban, Produk Lokal Tembus Toko Modern

Load More