Bisnis / Makro
Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB
Sejumlah pekerja memasukkan kelapa sawit ke dalam truk pengangkut. [ist].
Baca 10 detik
  • Pemerintah menurunkan Harga Referensi CPO periode Juli 2026 menjadi 1.000,90 dolar AS per metrik ton akibat melemahnya permintaan global.
  • Penyesuaian harga tersebut berdampak pada penetapan bea keluar sebesar 148 dolar AS dan pungutan ekspor 125,11 dolar AS per ton.
  • Harga referensi biji kakao meningkat menjadi 3.969,56 dolar AS per metrik ton karena adanya gangguan pasokan serta penurunan produksi global.

Suara.com - Pemerintah menurunkan Harga Referensi (HR) minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk periode Juli 2026 menjadi 1.000,90 dolar AS per metrik ton (MT). Penurunan tersebut diikuti penyesuaian bea keluar (BK) dan pungutan ekspor (PE) yang mulai berlaku pada bulan ini.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Tommy Andana mengatakan HR CPO Juli 2026 turun sebesar 28,61 dolar AS atau 2,78 persen dibandingkan periode Juni 2026 yang sebesar 1.029,51 dolar AS per MT.

"HR CPO periode Juli 2026 turun dibandingkan periode sebelumnya. Sesuai ketentuan, pemerintah menetapkan BK sebesar 148 dolar AS per MT dan PE sebesar 12,5 persen dari HR CPO atau setara 125,11 dolar AS per MT," kata Tommy kepada wartawan, Jumat (3/6/2026).

Menurut dia, penurunan harga referensi dipengaruhi melemahnya permintaan global, terutama dari India sebagai salah satu negara pengimpor utama CPO. Selain itu, turunnya harga minyak mentah dunia turut menekan harga minyak nabati di pasar internasional.

Ilustrasi pabrik pengolahan CPO. [ANTARA]

Penetapan HR CPO didasarkan pada rata-rata harga periode 20 Mei hingga 19 Juni 2026. Acuan harga berasal dari Bursa CPO Indonesia sebesar 890,84 dolar AS per MT, Bursa CPO Malaysia sebesar 1.110,97 dolar AS per MT, dan harga CPO Rotterdam sebesar 1.468,28 dolar AS per MT.

Sesuai ketentuan, karena selisih rata-rata harga dari tiga sumber melebihi 40 dolar AS, pemerintah menggunakan dua harga yang menjadi median, yakni Bursa CPO Malaysia dan Bursa CPO Indonesia. Dari perhitungan tersebut, HR CPO Juli 2026 ditetapkan sebesar 1.000,90 dolar AS per MT.

Selain CPO, pemerintah juga menetapkan bea keluar untuk produk minyak goreng berupa refined, bleached, and deodorized (RBD) palm olein dalam kemasan bermerek dengan berat bersih paling banyak 25 kilogram sebesar 33 dolar AS per MT.

Di sisi lain, harga referensi biji kakao periode Juli 2026 justru meningkat menjadi 3.969,56 dolar AS per MT atau naik 137,39 dolar AS dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut mendorong Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao menjadi 3.646 dolar AS per MT.

"Peningkatan HR dan HPE biji kakao dipengaruhi berlanjutnya gangguan pasokan akibat cuaca buruk dan penurunan produksi di negara-negara produsen utama kakao di Afrika Barat," ujar Tommy.

Baca Juga: B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO

Sementara itu, untuk komoditas kehutanan, HPE getah pinus naik menjadi 1.002 dolar AS per MT, sedangkan HPE produk kulit tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun HPE produk kayu bergerak bervariasi, dengan sejumlah komoditas mengalami kenaikan dan sebagian lainnya mengalami penurunan.

Ketentuan mengenai HR CPO, HR dan HPE biji kakao, serta HPE produk kehutanan tersebut mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.

Load More