- Spanyol resmi menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina pada 20 Juli 2026 dan membawa pulang USD 50 juta.
- FIFA menyediakan total anggaran hadiah USD 655 juta yang didistribusikan kepada 48 negara peserta berdasarkan pencapaian fase gugur.
- Tim nasional Amerika Serikat membagikan pendapatan hadiah mereka kepada tim putri sesuai perjanjian kesetaraan upah tahun 2022 lalu.
Suara.com - Perhelatan akbar sepak bola global resmi berakhir dengan Spanyol keluar sebagai kampiun. Tim matador sukses menutup turnamen Piala Dunia 2026 dengan kemenangan gemilang atas Argentina pada hari ini 20 Juli 2026.
Kemenangan ini tidak hanya memastikan mereka mengangkat trofi prestisius, tetapi juga mengantongi pembayaran hadiah terbesar dalam sejarah turnamen tersebut.
Sebagai pemenang, tim nasional Spanyol berhak atas suntikan dana segar senilai USD 50 juta atau setara dengan Rp800 miliar.
Sementara itu, Argentina yang harus puas di posisi runner-up tetap mendapatkan hadiah hiburan bernilai fantastis, yakni sebesar USD 33 juta (sekitar Rp528 miliar).
Sesuai dengan pengumuman resmi FIFA pada bulan Desember lalu, edisi Piala Dunia terbesar ini secara otomatis menghadirkan kumpulan hadiah tertinggi sepanjang sejarah.
Total anggaran sebesar USD 655 juta (sekitar Rp10,48 triliun) didistribusikan kepada 48 negara peserta, dengan rentang pembayaran yang bervariasi mulai dari USD 9 juta (Rp144 miliar) hingga USD 50 juta (Rp800 miliar), bergantung pada seberapa jauh setiap tim melangkah di fase gugur.
Di perebutan tempat ketiga yang berlangsung pada hari Sabtu, Inggris sukses mengamankan hadiah sebesar USD 29 juta (sekitar Rp464 miliar) usai menumbangkan Prancis lewat drama skor sengit 6-4. Kekalahan tersebut menempatkan Prancis di posisi keempat dengan perolehan hadiah senilai USD 27 juta (sekitar Rp432 miliar).
Sementara, dikutip dari Fortune, tim nasional putra Amerika Serikat (AS) berhak mengantongi USD 16 juta (sekitar Rp256 miliar) setelah perjalanan mereka terhenti di babak 16 besar.
Menariknya, pendapatan finansial ini akan dibagi secara merata dengan tim nasional putri AS. Langkah ini sejalan dengan Perjanjian Perundingan Bersama (CBA) tahun 2022 yang mengikat U.S. Soccer dan kedua skuad nasional terkait kesetaraan upah.
Baca Juga: Babak I Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Tanpa Gol Kinerja Wasit Disorot
Aturan CBA tersebut merinci bahwa 80 persen dari total uang hadiah akan didistribusikan kepada para pemain di tim putra maupun putri yang masuk dalam roster Piala Dunia, dengan estimasi penerimaan mencapai USD 246.153,85 (sekitar Rp3,93 miliar) per pemain.
Tim putri AS sendiri masih harus berjuang untuk lolos ke kualifikasi Piala Dunia Wanita 2027. Sementara itu, sisa 20 persen dari uang hadiah tersebut disetorkan untuk kas operasional U.S. Soccer.
Rincian Hadiah Uang Tunai Piala Dunia 2026
Selain uang hadiah dari pencapaian babak, masing-masing dari 48 tim peserta juga telah menerima dana di muka sebesar USD 1,5 juta (sekitar Rp24 miliar) untuk menutupi biaya persiapan operasional sebelum turnamen dimulai. Berikut adalah rincian lengkap uang hadiah yang dibawa pulang oleh ke-48 tim di Piala Dunia 2026:
Juara (Peringkat 1): USD 50 juta (sekitar Rp800 miliar) Spanyol
Runner-up (Peringkat 2): USD 33 juta (sekitar Rp528 miliar) Argentina
Peringkat ke-3: USD 29 juta (sekitar Rp464 miliar) Inggris
Peringkat ke-4: USD 27 juta (sekitar Rp432 miliar) Prancis
Peringkat ke-5 hingga ke-8: USD 19 juta (sekitar Rp304 miliar) Norwegia, Belgia, Maroko, Swiss
Peringkat ke-9 hingga ke-16 (Babak 16 Besar): USD 15 juta (sekitar Rp240 miliar) Meksiko, Kolombia, Brasil, Amerika Serikat, Portugal, Kanada, Mesir, Paraguay
Peringkat ke-17 hingga ke-32 (Babak 32 Besar): USD 11 juta (sekitar Rp176 miliar) Belanda, Jerman, Pantai Gading, Kroasia, Jepang, Australia, RD Kongo, Ghana, Ekuador, Afrika Selatan, Swedia, Bosnia dan Herzegovina, Aljazair, Senegal, Tanjung Verde
Peringkat ke-33 hingga ke-48 (Fase Grup): USD 9 juta (sekitar Rp144 miliar) Iran, Korea Selatan, Turki, Skotlandia, Uruguay, Arab Saudi, Ceko, Selandia Baru, Qatar, Curaçao, Panama, Yordania, Haiti, Uzbekistan, Tunisia, Irak
Lonjakan Hadiah dari Masa ke Masa
Berita Terkait
-
Setelah 16 Tahun, Spanyol Kembali Jadi Raja Sepak Bola Dunia
-
Pecah Rekor Rp14 Triliun! FIFA Kucurkan Hadiah Fantastis untuk Piala Dunia 2026
-
7 Rekor Mentereng Spanyol Saat 'Ajari' Argentina Main Bola di Final Piala Dunia 2026
-
Reaksi Messi Usai Kalah di Final Piala Dunia 2026, Tatapan Kosong Lalu Menangis
-
7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terkini
-
Hindari Bau dan Air Lindi, Area Sampah Terbuka di Bantargebang Mulai Ditutup
-
Ledakan di Grand Polonia Medan: Diduga Kebocoran Pipa Gas Tanam
-
Alasan Menteri PU Dody Hanggodo Bicara Selengean
-
Tips Memilih Wangi Parfum Sesuai Zodiak, Biar Makin Cocok dengan Karaktermu
-
Pasar Butuh Sinyal Tegas Berakhirnya Siklus Pengetatan Moneter dari BI
-
Festival Budaya di TMII Ini Bakal Jadi Ruang Kolaborasi untuk Merayakan Keragaman Indonesia
-
Keunggulan Fitur V2L di Mobil PHEV
-
5 Cara agar Kaki Tidak Sakit setelah Lari, Mudah Dilakukan
-
Prabowo: MBG Dikritik Disebut Boros, Duit Ribuan Triliun Menguap Tak Ada yang Protes
-
Ditangani Tim 9 Eks KPK, Pakar Hukum Optimis Febrie Adriansyah Bakal Dituntut Berat