Bola / Bola Dunia
Senin, 20 Juli 2026 | 06:34 WIB
Argentina kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026. Simak 7 statistik miris Tim Tango, mulai dari hanya dua tembakan hingga kartu merah Enzo Fernandez. [Dok. FIFA]
Baca 10 detik
  • Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife setelah mengalahkan Argentina dengan skor tipis satu nol.
  • Gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu memastikan gelar juara kedua bagi tim nasional Spanyol tersebut.
  • Argentina tampil buruk dengan catatan 25 pelanggaran, satu kartu merah, serta minimnya peluang mencetak gol sepanjang laga.

Suara.com - Final Piala Dunia 2026 berlangsung tak seimbang. Spanyol datang untuk bermain sepak bola, sementara Argentina lebih banyak berupaya memutus ritme permainan lawan.

Final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, menjadi panggung dominasi La Roja atas Tim Tango yang tampil di bawah performa terbaiknya.

Berdasarkan data Opta, hanya ada satu tim yang layak mengangkat trofi juara setelah melihat statistik pertandingan yang sangat timpang.

Spanyol juara Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina 1-0. La Roja meraih gelar kedua dan kini sejajar dengan Prancis serta Uruguay. [FIFA]

Keberhasilan Ferran Torres mencetak gol pada babak tambahan waktu mengingatkan publik pada gol penentu Andres Iniesta di final Piala Dunia 2010.

Di balik kemenangan Spanyol, terdapat sederet catatan buruk yang membayangi penampilan Argentina sebagai juara bertahan.

Tujuh Statistik Buruk Argentina

1. Baru Melepas Tembakan pada Menit ke-116

Argentina tidak mampu melepaskan satu pun tembakan hingga pertandingan memasuki menit ke-116.

Saat itu, Spanyol sudah mencatatkan 20 percobaan tembakan ke gawang Argentina.

Baca Juga: Messi Menangis! Spanyol Kunci Gelar Piala Dunia 2026 Lewat Gol Dramatis Ferran Torres

2. Selisih Tembakan Sangat Mencolok

Hingga laga berakhir, Spanyol membukukan 20 tembakan, sedangkan Argentina hanya dua.

Selisih 18 tembakan menjadi catatan terburuk kedua dalam sejarah final Piala Dunia.

Rekor terburuk masih terjadi pada final 1990 ketika Jerman Barat melepaskan 23 tembakan, sementara Argentina hanya satu.

3. Didominasi di Sepertiga Akhir Lapangan

La Roja menguasai jalannya pertandingan, termasuk di wilayah sepertiga akhir lapangan.

Load More