Bisnis / Keuangan
Senin, 20 Juli 2026 | 14:05 WIB
Gedung BRI. (Dok: BRI)
Baca 10 detik
  • Investor asing mencatatkan jual bersih Rp302,8 miliar di BEI pada sesi pertama perdagangan Senin, 20 Juli 2026.
  • Pemodal asing melakukan akumulasi beli saham BBRI senilai Rp116,7 miliar yang mendorong kenaikan harga 2,6 persen hari ini.
  • Sejumlah perusahaan sekuritas memberikan rekomendasi beli dengan target harga saham BBRI berkisar antara Rp3.768 hingga Rp4.422 per lembar.

Suara.com - Laju transaksi pemodal internasional di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan saldo jual bersih (net sell) mencapai Rp302,8 miliar pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (20/7/2026).

Kendati demikian, investor asing justru bermanuver dengan melakukan akumulasi beli secara agresif pada saham emiten perbankan BUMN, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Mengutip data BEI yang dihimpun melalui aplikasi BIONS, saham BBRI mencatatkan nilai beli bersih (net buy) asing sebesar Rp116,7 miliar berdasarkan kalkulasi harga rata-rata pada paruh pertama perdagangan. Secara kuantitas, akumulasi pembelian tersebut melibatkan sebanyak 38,3 juta lembar saham.

Aksi akumulasi di pasar reguler ini berlangsung seiring dengan pergerakan positif harga saham BBRI. Pada pembukaan sesi II, saham bank BUMN ini terpantau naik 2,6 persen hingga menyentuh level Rp3.050 per lembar.

Kenaikan ini memperpanjang tren positif BBRI yang menguat 4,1 persen dalam kurun waktu satu bulan terakhir, meskipun jika diukur sejak awal tahun (year to date/ytd) posisinya masih terkoreksi 16,6 persen.

Data perdagangan dari IDX mencatat aktivitas transaksi saham BBRI tergolong sangat aktif, di mana sebanyak 249 juta lembar saham berpindah tangan dengan frekuensi perdagangan mencapai 40,7 ribu kali dan membukukan total nilai transaksi sebesar Rp758,9 miliar.

Gelombang akumulasi asing ini melanjutkan tren yang telah terbentuk pada penutupan pekan sebelumnya, Jumat (17/7/2026), di mana pemodal asing memasukkan dana segar melalui net buy sebesar Rp267,6 miliar pada saham BBRI.

Rekomendasi Analis dan Target Harga BBRI

Melihat dinamika pergerakan harga tersebut, CGS International Sekuritas Indonesia dalam riset harian untuk perdagangan Senin (20/7/2026) memproyeksikan target harga terdekat bagi saham BBRI berada pada kisaran Rp3.030 hingga Rp3.090 per lembar. Secara teknikal, tim analis menetapkan area batas bawah (support) untuk BBRI berada di level Rp2.910.

Baca Juga: Dukung UMKM Riau Mendunia, Ini Langkah Strategis Pemprov Riau Bersama BRI

Sementara itu, laporan riset terbaru dari Maybank Sekuritas memberikan rekomendasi BELI (Buy) untuk saham BBRI.

Maybank Sekuritas pada April lalu mematok target harga (price target) saham BBRI dalam cakupan 12 bulan mendatang berada di rentang Rp3.768 hingga Rp4.422 per lembar. Beberapa konsensus sekuritas lain bahkan menetapkan estimasi target harga yang optimis di area Rp4.010 hingga Rp4.400.

Sebagai catatan performa, pada akhir pekan lalu (17/7/2026), BBRI memimpin kenaikan di sektor perbankan dengan melonjak 3,85 persen ke posisi Rp2.970 per saham, yang sekaligus menggenapkan kenaikan 6,45 persen dalam kurun lima hari perdagangan.

Desclaimer: Artikel ini disajikan murni sebagai sarana penyebaran informasi berita jurnalistik dan sarana edukasi pasar modal berdasarkan data perdagangan BEI serta laporan riset sekuritas. Seluruh data keuangan, harga saham, dan analisis target harga bersifat dinamis serta dapat berubah sewaktu-waktu menyusul fluktuasi pasar. Perdagangan saham melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan. Pembaca diwajibkan untuk bersikap bijak dan melakukan analisis mandiri secara mendalam (Due Diligence) sebelum mengambil tindakan investasi.

Load More