- Dody dinilai berpotensi bernasib sama seperti eks Mendiktisaintek Satryo.
- Kegaduhan di Kementerian PU disebut bisa jadi alasan evaluasi Presiden.
- Pengamat minta alasan pergantian menteri disampaikan secara terbuka.
Suara.com - Posisi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kembali menjadi sorotan di tengah mencuatnya berbagai polemik yang membelit kepemimpinannya. Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai Dody berpotensi mengalami nasib serupa dengan mantan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro apabila Presiden Prabowo Subianto menilai kegaduhan di internal kementerian sudah mengganggu kinerja pemerintahan.
Menurut Trubus, Presiden Prabowo sebelumnya telah memberikan contoh dengan mengganti Satryo setelah muncul gejolak di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pengalaman tersebut dinilai menjadi preseden bahwa Presiden tidak mentoleransi menteri yang dinilai memicu kegaduhan di dalam kabinet.
"Jadi sebenarnya Pak Prabowo punya pengalaman. Ini terkait dengan dulu menteri itu, Menteri Dikti. Menteri itu yang didemo karyawannya, terus akhirnya dicopot," kata Trubus kepada Suara.com, Senin (20/7/2026).
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang berkembang saat itu, alasan utama pergantian Satryo karena Presiden tidak menyukai kondisi yang menimbulkan kegaduhan di pemerintahan.
Trubus menilai kondisi tersebut memiliki kemiripan dengan situasi yang kini dihadapi Dody Hanggodo. Sejumlah polemik yang mencuat, mulai dari kebijakan pemindahan ribuan pegawai Kementerian PU hingga isu perjalanan dinas ke Amerika Serikat yang menjadi perhatian publik, dinilai memperburuk persepsi terhadap kepemimpinan di kementerian tersebut.
"Nah, kalau dasarnya itu, ya potensi-potensi untuk Pak Dody iya, karena Pak Dody kan sebenarnya ada problem dengan itu, memindahkan ribuan karyawannya. Yang kemudian dikait-kaitkan dengan bocornya dia perjalanan ke Amerika itu," ujarnya.
Meski demikian, Trubus menegaskan keputusan untuk mengganti atau mempertahankan seorang menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. Dalam pandangannya, evaluasi kabinet merupakan bagian dari kewenangan politik kepala negara untuk memastikan efektivitas pemerintahan.
Ia juga menilai apabila Presiden akhirnya memutuskan melakukan pergantian menteri, pemerintah sebaiknya menyampaikan alasan keputusan tersebut secara terbuka kepada masyarakat agar proses evaluasi kabinet berlangsung transparan dan tidak menimbulkan spekulasi baru.
"Kalau menurut saya, kalau memang mau diganti, itu ya hak prerogatif presiden. Kalau memang dipandang tidak berprestasi dalam pengertian politik, ya diganti saja. Cuma menurut saya penilaiannya terbuka saja, dibuka saja ke publik," kata Trubus.
Baca Juga: Isu Copot Dody Hanggodo Mencuat, Pengamat Nilai Prabowo Berhak Ganti Menteri Demi Stabilitas
Munculnya kembali isu evaluasi terhadap Menteri PU dinilai berpotensi menambah ketidakpastian di lingkungan kementerian, terutama di tengah berbagai proyek infrastruktur strategis yang masih berjalan. Polemik berkepanjangan juga dikhawatirkan dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap stabilitas tata kelola pemerintahan dan pelaksanaan program pembangunan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Skip Jakarta! Young K Day6 Umumkan Jadwal Tur Konser Solo Bertajuk Youngest
-
6 Cara Memakai Parfum Lokal agar Wanginya Tahan Lama dan Meninggalkan Jejak
-
Keuangan Makin Bersinar, 5 Shio Ini Diprediksi Penuh Keberuntungan 21 Juli 2026
-
Profil Pau Cubarsi, Bek Spanyol yang Raih Penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026
-
Aturan Hak-hak Ojol Tak Masuk RUU LLAJ, DPR Janjikan Bakal Punya UU Sendiri
-
Lepas Status WNI Biayanya Naik 5 Kali Lipat, Menteri Supratman: Bukan Masalah Buat Bangsa
-
Timur Tengah di Ambang Perang Besar! Kematian 3 Tentara Picu Serangan Brutal AS ke Iran
-
Gendong Ransel Hitam dan Bertopi Biru, Bupati Lombok Barat Resmi Masuk Gedung Merah Putih KPK
-
Ledakan Guncang Grand Polonia Medan, Lima Rumah Alami Kerusakan
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi