- DSI kelola devisa ekspor lebih dari US$10,5 miliar.
- Gap harga ekspor SDA diklaim menyusut usai DSI beroperasi.
- Prabowo ancam cabut izin eksportir yang lakukan manipulasi.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengklaim bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) sudah mengelola devisa sebesar US$10,5 miliar setelah dibentuk kurang dari 1,5 bulan lalu.
Hal tersebut disampaikan Prabowo usai menerima laporan dari CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam Sidang Kabinet Paripurna yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (20/7/2026).
"Saya dapat laporan dari saudara Rosan, CEO Danantara, bahwa baru satu bulan dua minggu bekerja, PT DSI sudah mengelola devisa sebesar lebih US$10,5 miliar," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, keberadaan PT DSI mulai memberikan dampak terhadap efisiensi perdagangan komoditas Indonesia di pasar global. Sebelum perusahaan tersebut beroperasi, selisih harga jual komoditas Indonesia dengan harga internasional disebut mencapai sekitar 30% hingga mendekati 40-50%.
Kini, pemerintah mengklaim perbedaan harga tersebut mulai menyempit seiring pengawasan yang lebih ketat terhadap transaksi ekspor SDA.
"Begitu ada PT DSI sudah hampir menyatu melihat grafiknya, karena kita tegas," ujarnya.
Prabowo menilai penyempitan selisih harga tersebut menjadi indikasi membaiknya tata kelola ekspor sekaligus meningkatkan potensi penerimaan devisa negara.
Di sisi lain, Kepala Negara menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi praktik-praktik yang merugikan negara, termasuk under invoicing maupun transfer pricing dalam transaksi ekspor sumber daya alam.
Ia mengancam akan mencabut izin usaha perusahaan yang tetap melakukan manipulasi nilai ekspor atau tidak mematuhi ketentuan pemerintah.
Baca Juga: 18 Bulan Menjabat, Prabowo Klaim Selesaikan 110 Masalah Strategis
"Meneruskan praktik ini, ini praktik penipuan. Semua izin kita cabut. Saya tidak pandang bulu, kita cabut semua izin mereka yang tidak patuh kepada negara hukum NKRI," tegas Prabowo.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Ledakan Guncang Grand Polonia Medan, Lima Rumah Alami Kerusakan
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati