- Ibu bekerja memikul beban ganda dengan mengelola pekerjaan profesional sekaligus tanggung jawab administratif keuangan rumah tangga yang kompleks.
- Data survei menunjukkan sebagian besar perempuan masih memikul tanggung jawab domestik yang menyita banyak waktu dan energi.
- AstraPay menyediakan layanan keuangan terintegrasi dengan fitur pengingat tagihan untuk mempermudah ibu bekerja mengelola transaksi secara efisien.
Suara.com - Bagi banyak ibu bekerja atau working mom, menyelesaikan pekerjaan di kantor sering kali bukan akhir dari rutinitas. Di sela mengejar tenggat pekerjaan, mereka masih harus memastikan berbagai kebutuhan rumah tangga tetap berjalan, mulai dari membayar tagihan listrik, air, internet, uang sekolah, cicilan, hingga mengisi saldo uang elektronik.
Sekilas transaksi tersebut tampak sederhana karena masing-masing hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk menyelesaikannya. Namun, ketika jumlahnya tidak sedikit dengan jadwal yang berbeda-beda, aktivitas administratif tersebut berubah menjadi pekerjaan rutin yang menyita waktu, perhatian, dan ketelitian. Peran ini seringkali tidak terlihat, padahal menjadi penentu kelancaran aktivitas seluruh anggota keluarga.
Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan terus meningkat beberapa tahun terakhir, dari 53,34 persen pada 2021 menjadi 56,63 pada 2025. Meski demikian, peningkatan tersebut tidak diikuti pembagian kerja domestik yang lebih setara dengan laki-laki di dalam rumah tangga.
Survei International Labour Organization (ILO) dan Katadata pada 2023 menunjukkan 79,3 persen perempuan masih menghadapi beban ganda karena menjalankan pekerjaan berbayar sekaligus pekerjaan perawatan (care work).
Bahkan, survei ILO bersama Magdalene pada 2024 menemukan empat dari lima responden menghabiskan lebih dari 90 jam setiap minggu untuk aktivitas pengasuhan. Artinya, banyak ibu bekerja masih memikul tanggung jawab besar di luar pekerjaan profesional, yakni memastikan kebutuhan keluarga dan urusan finansial tetap berjalan dengan baik.
Di antara beragam pekerjaan domestik yang dibebankan kepada working mom, pengelolaan keuangan rumah tangga menjadi salah satu tanggung jawab yang paling banyak dilakukan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari seluruh anggota keluarga.
Dalam praktiknya, working mom berperan sebagai menteri keuangan keluarga yang mengatur anggaran. Mereka tidak hanya mengatur anggaran, tetapi juga memastikan setiap tagihan dibayar tepat waktu dan setiap transaksi terselesaikan tanpa terlewat.
Working mom dihadapkan dengan tantangan bagaimana menyelesaikan seluruh transaksi secara efisien agar waktu dan perhatian dapat difokuskan pada pekerjaan maupun keluarga. Keterlambatan membayar tagihan bukan hanya berpotensi menimbulkan denda, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas keluarga, misalnya ketika listrik atau internet rumah terputus, atau pembayaran sekolah melewati batas waktu. Hal-hal yang tampak sepele ini justru sering memicu pekerjaan tambahan yang sebenarnya dapat dihindari.
Di tengah tantangan tersebut, perkembangan teknologi finansial menawarkan cara baru dalam mengelola kebutuhan rumah tangga. Perkembangan layanan pembayaran digital membuka peluang untuk beban domestik pengelolaan keuangan rumah tangga melalui transaksi yang terintegrasi.
Bank Indonesia mencatat adanya pertumbuhan transaksi digital mencapai 28,14 persen secara tahunan atau sebanyak 5,22 miliar transaksi hingga Mei 2026. Tren penggunaan layanan mobile banking juga tumbuh 26,16 persen dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melonjak 95,10 persen secara tahunan.
Meningkatnya penggunaan layanan pembayaran digital memang mempermudah masyarakat bertransaksi. Namun, bagi ibu bekerja yang harus mengelola banyak tagihan dengan jadwal berbeda, kemudahan tersebut belum sepenuhnya terasa jika setiap transaksi masih harus diselesaikan melalui platform yang berbeda.
Semakin banyak transaksi dilakukan secara digital, semakin besar pula kebutuhan untuk mengelolanya secara sederhana. Sebab, yang paling menyita waktu bukan proses pembayarannya, melainkan mengingat jadwal tagihan, membuka aplikasi yang berbeda, dan memastikan tidak ada transaksi yang terlewat.
AstraPay Membantu Working Mom Mengelola Transaksi Lebih Praktis
Digitalisasi seharusnya membuat pengelolaan keuangan rumah tangga semakin sederhana, bukan justru menambah kerumitan karena transaksi tersebar di berbagai platform. Bank Indonesia mencatat volume transaksi yang diproses melalui BI-FAST mencapai 490 juta transaksi pada April 2026 atau tumbuh 46,09 persen dibanding tahun sebelumnya dengan nilai transaksi mencapai Rp1.219 triliun.
Bagi working mom, meningkatnya frekuensi transaksi berarti kebutuhan akan aplikasi yang mampu mengelola berbagai aktivitas pembayaran dalam satu tempat juga semakin besar. Berangkat dari kebutuhan tersebut, AstraPay menghadirkan layanan pembayaran digital yang mengintegrasikan beragam transaksi harian dalam satu aplikasi sehingga lebih mudah diakses oleh working mom.
Dompet digital atau e-wallet yang dikembangkan oleh PT Astra Digital Arta ini dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi masyarakat, mulai dari pembayaran tagihan, transfer dana, pembelian pulsa dan paket data, hingga pembayaran menggunakan QRIS. Dengan layanan yang terintegrasi, working mom tidak perlu lagi membuka beberapa aplikasi berbeda hanya untuk menyelesaikan transaksi rutin setiap bulannya.
Salah satu fitur yang relevan bagi ibu bekerja adalah Bill Reminder. Fitur ini membantu pengguna mengingat jadwal pembayaran berbagai tagihan sebelum memasuki tanggal jatuh tempo. Fitur ini mampu mengurangi risiko keterlambatan pembayaran dan potensi denda serta membantu menjaga arus kas rumah tangga tetap terencana. Dengan demikian, pengguna dapat lebih fokus pada aktivitas pekerjaan maupun keluarga tanpa harus khawatir ada tagihan yang terlewat.
Selain itu, konsep All in One App yang diusung AstraPay membuat berbagai kebutuhan pembayaran dapat diselesaikan dalam satu ekosistem. Membayar tagihan listrik, air, internet, asuransi kesehatan, hingga melakukan transfer dana dan transaksi melalui QRIS, semuanya dapat dilakukan di AstraPay tanpa harus berpindah aplikasi. Alur transaksi yang lebih ringkas ini membantu memangkas waktu yang biasanya habis untuk mencari platform pembayaran yang berbeda-beda.
Kemudahan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi memberikan dampak nyata dalam rutinitas sehari-hari. Saat urusan administratif dapat diselesaikan lebih cepat dan pembayaran rutin terkelola dengan baik, working mom memiliki lebih banyak ruang untuk memusatkan perhatian pada pekerjaan, mendampingi keluarga, maupun mengatur perencanaan keuangan jangka panjang.
Berita Terkait
-
Purbaya Sebut Kegiatan PFII Pakai Valuta Asing, Komunikasi Bahasa Inggris
-
Purbaya Ungkap Tujuan PFII, Tarik Investasi Asing hingga Biayai Sektor Riil
-
RUU PFII Sepakat Dibawa ke Rapat Paripurna Besok, Pembahasan Dikebut Cuma Perlu 18 Hari
-
Menguatkan Ekonomi Nasional Dimulai dari Manajemen Keuangan Perempuan UMKM bersama AstraPay
-
AXA Financial Indonesia dan Liberty Society Foundation Latih 100 Perempuan Perkuat Literasi Keuangan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
BRI Perkuat Sinergi dengan OJK dan Kemkomdigi Berantas Scam serta Judi Online
-
Harga Cabai Rawit Tembus Rp52 Ribu, Beras Medium dan Telur Merangkak Naik
-
Misteri 4 Bulan Kematian Nisarofatin Petani Lumajang: Polisi Pastikan Bukan karena Racun
-
Gen Z dan Hubungan 'Just Friend': Saat Batas Pertemanan Semakin Kabur
-
Kena OTT KPK, Bupati Lombok Barat Simpan Harta Rp25,5 Miliar
-
Mobil Terlaris 2026 Segmen SUV Kompak: Raize vs Fronx Lebih Moncer yang Mana? Nissan Ngenes
-
Taktik Gertak Sambal Donald Trump Jadi Senjata Makan Tuan, Bikin Iran Main Gahar
-
Kronologi Korupsi Mulyono Terungkap, Kepala Kantor Pajak Terima Suap Miliaran
-
Kisah Marc Cucurella: Cobaan Keluarga, Putra Autisme hingga Juara Dunia
-
Belgia Mengecewakan di Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Ogah Perpanjang Kontrak