Purbaya Bantah Kantongi Rp 100 Miliar dari Jual Beli Jabatan Kemenkeu

Jum'at, 11 September 2026 | 16:41 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu viral jual beli jabatan senilai Rp 100 miliar di TikTok.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat melantik ratusan pejabat baru di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta pada Kamis, 10 September 2026.
  • Purbaya menegaskan pelantikan dilakukan secara profesional melibatkan banyak pihak dan meminta para pejabat menjaga integritas tinggi.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu viral di TikTok yang menyatakan kalau dirinya mengumpulkan dana Rp 100 miliar dari jual beli jabatan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Hal ini disampaikan Menkeu Purbaya saat melantik ratusan pejabat baru di Kantor Kemenkeu pada Kamis (10/9/2026) kemarin.

"Di TikTok, katanya Pak Purbaya ngumpulin uang Rp 100 miliar, ke posisi-posisi tertentu. Saya bingung dari mana isu itu keluar," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Jumat (11/9/2026).

Di hadapan para pejabat baru, Purbaya menegaskan kalau isu viral itu hanya sebatas rumor. Ia memastikan pelantikan pejabat ini dilakukan secara profesional.

Bendahara Negara mengatakan kalau pelantikan pejabat baru ini tidak dilakukan dari dirinya seorang. Ia turut melibatkan pihak lain mulai dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkeu hingga para pejabat eselon I terkait.

"Jadi semuanya terlibat walaupun saya panggil sendiri-sendiri. Enggak ada yang tahu tuh saya panggil satu-satu untuk menilai seperti apa orangnya di masing-masing tempat," lanjutnya.

"Kalau bagus ya naik, kalau enggak bagus, ya enggak jadi," katanya lagi.

Purbaya kemudian berpesan ke para pejabat baru Kemenkeu untuk menjaga integritas. Sebab hal ini dianggapnya penting lantaran kementerian mereka memiliki kewenangan besar.

"Kita mengelola penerimaan, belanja, kekayaan negara, pembiayaan, serta berbagai instrumen yang mempengaruhi masyarakat dan dunia usaha.
Karena itu, tidak boleh ada kompromi terhadap integritas. Jabatan adalah amanah dan privilege, makin tinggi jabatan saudara, semakin besar pula tanggung jawab dan pengawasannya," jelas Purbaya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com