- Moody's nilai risiko kebijakan dan fiskal Indonesia makin meningkat.
- Danantara dan sempitnya basis pajak jadi sorotan investor.
- Reformasi penerimaan negara dinilai krusial menjaga peringkat kredit.
Suara.com - Lembaga pemeringkat internasional Moody's Ratings kembali menyoroti meningkatnya risiko terhadap perekonomian Indonesia. Moody's menilai ketidakpastian kebijakan Pemerintahan Prabowo Subianto serta tekanan terhadap kondisi fiskal membuat keseimbangan risiko bagi Indonesia kini bergerak ke arah yang lebih negatif dibandingkan beberapa bulan lalu.
Menukil TheEdge Singapura, Selasa (21/7/2026) Wakil Presiden Divisi Sovereign Risk Moody's, Martin Petch, mengatakan tekanan terhadap anggaran negara meningkat setelah lonjakan subsidi energi yang dipicu konflik Iran. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mempersempit ruang fiskal pemerintah pada tahun ini hingga tahun depan.
Menurut Moody's, kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga masih membayangi pasar keuangan Indonesia. Sejumlah isu seperti disiplin fiskal, independensi bank sentral, hingga semakin besarnya peran pemerintah dalam berbagai sektor strategis disebut menjadi perhatian investor sepanjang tahun ini.
Salah satu fokus perhatian Moody's adalah keberadaan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Lembaga pemeringkat tersebut menilai mandat dan tata kelola lembaga baru itu masih belum cukup jelas sehingga memicu kekhawatiran mengenai meningkatnya intervensi negara dalam perekonomian.
Selain itu, Moody's juga menyoroti masih sempitnya basis penerimaan negara Indonesia. Kondisi tersebut dinilai membatasi kemampuan pemerintah dalam membiayai berbagai program prioritas, termasuk program makan bergizi gratis, apabila tidak diikuti reformasi untuk meningkatkan pendapatan negara. Hingga kini, Moody's menilai belum terlihat langkah signifikan dalam memperluas basis penerimaan tersebut.
Meski demikian, Moody's mencatat sejumlah perkembangan positif. Pemerintah Indonesia telah memangkas anggaran program makan bergizi gratis di tengah meningkatnya subsidi energi sebagai upaya menjaga defisit anggaran tetap berada dalam batas yang ditetapkan undang-undang. Pemerintah juga disebut tengah melakukan evaluasi anggaran untuk mencari tambahan efisiensi belanja.
Pandangan Moody's berbeda dengan S&P Global Ratings yang pekan lalu tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level investment grade dengan outlook stabil. Menurut S&P, fundamental kredit Indonesia masih cukup kuat meskipun menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Ke depan, Moody's menyatakan akan mencermati kecukupan cadangan devisa, kredibilitas kebijakan pemerintah, kondisi badan usaha milik negara (BUMN), serta tata kelola Danantara. Lembaga tersebut menegaskan bahwa ekspansi belanja fiskal tanpa dibarengi reformasi penerimaan negara akan menjadi sinyal negatif bagi profil kredit Indonesia.
Baca Juga: Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
5 Parfum Lokal Aroma Clean yang Segar Tahan Lama untuk Pria dan Wanita
-
Mensos dan Menteri PKP Sepakat Akselerasi Renovasi Rumah Siswa Sekolah Rakyat
-
Moody's Soroti Risiko Kebijakan RI, Subsidi Energi Hingga DSI Jadi Catatan Merah Prabowo
-
Rumah Mewah Meledak di Grand Polonia Medan, 1 Ditemukan Tewas
-
10 Merek Kosmetik Indonesia yang Terkenal di Pasaran, Kamu Pakai Apa?
-
John Herdman Ungkap Target Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Jawabannya di Luar Dugaan
-
Jangan Lewatkan Promo Spesial BRI di XXI: Acara Nonton Bareng di Bioskop Makin Seru Juga Hemat
-
Putusan MK Batasi Penunjukan Langsung IUP, Bahlil Pastikan Prioritas Tetap Ada
-
KPK Ungkap 3 Dugaan Korupsi Bupati Lombok Barat usai OTT
-
Kerap Dianggap Limba, Pakar IPB Ungkap Kepala Hingga Sisik Ikan Bisa Bernilai Ekonomis