- RI cari utang yuan di China saat rupiah terus tertekan.
- Prospek utang negatif, pemerintah perluas sumber pembiayaan.
- Total utang pemerintah tembus Rp9.920,4 triliun.
Suara.com - Pemerintah Indonesia mulai memasarkan obligasi berdenominasi yuan atau panda bond di pasar obligasi domestik China di tengah tekanan berat terhadap perekonomian nasional. Langkah ini dinilai mencerminkan upaya pemerintah mencari sumber pendanaan baru ketika nilai tukar rupiah terus tertekan dan sentimen investor terhadap Indonesia melemah.
Dalam dokumen penawaran obligasi, pemerintah menawarkan panda bond bertenor tiga tahun dan lima tahun dengan target penerbitan awal hingga 7 miliar yuan. Indonesia juga telah memperoleh persetujuan untuk menerbitkan obligasi panda hingga 30 miliar yuan di pasar obligasi antarbank China dalam dua tahun ke depan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan minat investor terhadap obligasi yang diterbitkan Indonesia di pasar China cukup positif. "Respons investor terhadap instrumen tersebut sejauh ini berjalan baik," kata Purbaya menukil TheEdge Singapura, Selasa (21/7/2026).
Sepanjang tahun ini, pemerintah telah menggalang dana sekitar US$7 miliar melalui penerbitan surat utang dalam berbagai mata uang selain dolar Amerika Serikat, termasuk euro, yen Jepang, dan yuan lepas pantai. Nilai tersebut menjadi rekor penerbitan utang non-dolar terbesar yang pernah dilakukan Indonesia.
Namun, langkah memperluas sumber pembiayaan itu dilakukan di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang. Rupiah terus mencatat pelemahan hingga menyentuh level terendah sepanjang sejarah tahun ini, sementara pasar saham Indonesia menjadi salah satu yang berkinerja paling buruk di dunia.
Kondisi tersebut diperparah oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai semakin berorientasi pada peran negara. Sentimen negatif juga dipicu oleh defisit transaksi berjalan yang melebar serta tingginya harga energi global.
Di sisi lain, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga untuk menahan pelemahan rupiah. Meski demikian, tekanan terhadap perekonomian masih membayangi akibat kenaikan biaya impor, besarnya beban subsidi bahan bakar minyak (BBM), serta target pertumbuhan ekonomi pemerintah yang dinilai ambisius.
Tekanan terhadap kredibilitas fiskal Indonesia juga tercermin dari keputusan Moody's Ratings dan Fitch Ratings yang sebelumnya menurunkan prospek peringkat utang Indonesia menjadi negatif, meski tetap mempertahankan peringkat kreditnya. Kedua lembaga pemeringkat tersebut menyoroti kekhawatiran terhadap tata kelola pemerintahan di bawah Presiden Prabowo. Sebaliknya, lembaga pemeringkat asal China, China Lianhe Credit Rating Co, tetap memberikan peringkat AAA kepada Indonesia.
Dana hasil penerbitan panda bond nantinya akan dikirim ke luar negeri untuk kebutuhan pembiayaan umum pemerintah dan dapat dikonversi ke mata uang lain sesuai kebutuhan. Proses penentuan harga (bookbuilding) dijadwalkan berlangsung pada Kamis.
Baca Juga: DSSA Diborong Asing, BNBR Justru Dibuang
Hingga akhir Maret 2026, total utang pemerintah Indonesia telah mencapai Rp9.920,4 triliun, dengan porsi terbesar berasal dari surat berharga negara yang diterbitkan di pasar domestik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
5 Cara Memilih Ukuran Sepatu Lari Pria yang Tepat agar Nyaman dan Terhindar dari Lecet
-
Posisi Duduk Gibran Bergeser di Sidang Kabinet, Sinyal Hubungan Tak Lagi Satu Irama dengan Prabowo?
-
Investor Asing Mulai Ragu, Purbaya Mulai Berburu Dana ke Pasar Obligasi China
-
Ketika Alam Dikorbankan demi Penerimaan Negara yang Tak Sebanding
-
Bahlil Yakin Mobil Hidrogen Bakal Saingi Kendaraan Listrik
-
Simfoni Mobilitas Jakarta: Menemukan Ketenangan Lewat Integrasi Transportasi Publik
-
Cegah Gugatan Berulang di MK, DPR Matangkan RUU Pemilu agar Lebih Sempurna
-
2 Juta Warga Tumpah Ruah di Madrid Sambut Timnas Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026
-
Rupiah Paling Kuat se-Asia, Tembus Level Rp17.888 per Dolar AS
-
Jakarta IP Market 2026 Hadir untuk Mendorong Lahirnya Kolaborasi dan Peluang Bisnis Baru