Bisnis / Makro
Selasa, 21 Juli 2026 | 10:23 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026). [Dok. Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto mengusulkan efisiensi anggaran TNI dan Polri untuk mengatasi kemiskinan serta kelaparan di Indonesia.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa saat ini anggaran pertahanan dan kepolisian belum perlu dipangkas.
  • Pemerintah memastikan defisit APBN masih aman sehingga belum ada kebijakan lanjutan terkait pengurangan anggaran tersebut.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi wacana Presiden RI Prabowo Subianto yang mengusulkan efisiensi anggaran TNI dan Polri demi memberantas kemiskinan.

Menkeu Purbaya menilai kalau saat ini belum ada wacana lanjutan soal pemangkasan anggaran pertahanan dan Polri tersebut. Namun ia tak menampik bakal ada efisiensi apabila defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terganggu.

"Belum. Tapi kita begini, hitungan anggaran posnya besar. Kalau memang mungkin defisit kita terganggu ya kita pangkas," katanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026) malam.

Kendati begitu Purbaya menilai kalau saat ini masih belum ada wacana efisiensi anggaran TNI dan Polri karena kondisi defisit APBN saat ini masih aman. Ia memastikan keuangan negara pun masih cukup.

"Tapi rasanya enggak, masih jauh dari sana. Jadi kita masih cukup," jelas Purbaya.

Sebelumnya Presiden RI Prabowo Subianto berseloroh ingin mengurangi anggaran pertahanan dan kepolisian untuk diperuntukan mengatasi kelaparan dan kemiskinan yang diderita rakyat.

Presiden Prabowo Subianto berseloroh ingin mengurangi anggaran pertahanan dan kepolisian untuk diperuntukan mengatasi kelaparan dan kemiskinan yang diderita rakyat. (tangkap layar)

Seloroh itu diutarakan Kepala Negara di hadapan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto beserta tiga kepala staf dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam acara Panen Raya TNI di Malang, Jawa Timur.

Prabowo bertekad menghilangkan kemiskinan dan kelaparan. Salah satu upayanya adalah dengan efisiensi anggaran untuk dialihkan ke program-program terkait.

"Kita hilangkan kemiskinan dan kelaparan, apalagi kemiskinan ekstrem. Insyaallah, saudara-saudara, kita akan hemat anggaran. Kita akan bikin efisien," kata Prabowo, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga: Purbaya Klarifikasi Insentif Pajak 0% hingga 50 Tahun buat Investor PFII

Prabowo berseloroh anggaran pertahanan dan kepolisian ikut dipangkas demi menghilangkan kelaparan dan kemiskinan.

"Bila perlu anggaran pertahanan, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," kata Prabowo.

Menanggapi pertanyaan tersebut, tampak Kapolri dan Panglima TNI beserta KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, dan KSAU Marsekal TNI Tony Harjono yang hanya cengar-cengir menanggapi seloroh Prabowo.

"Rela TNI? Rela polisi?" tanya Prabowo.

Prabowo mengatakan pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Ia berujar seluruh rakyat akan membela bangsa ini.

Prabowo mengatakan kini dirinya merasa bangga, bahagia, dan terharu atas langkah TNI dan Polri ikut berperan membantu dan mengatasi kesulitan rakyat.

"TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga berapa ribu air. Janganlah terlalu, apalah, kenapa TNI, polisi ikut di sawah," ujar Prabowo.

Load More