Bisnis / Makro
Selasa, 21 Juli 2026 | 21:26 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait (kanan) dan Direktur Utama BRI Hery Gunardi. Dalam konferensi pers persiapan penyerahan sertifikat gratis bagi MBR dan pelaksanaan Program KUR Perumahan BRI, Menteri PKP mengapresiasi kinerja tertinggi BRI. (Suara.com/CNR ukirsari)

Suara.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebutkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjadi bank dengan pencapaian kinerja tertinggi dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

Hal ini disampaikan Maruarar Sirait usai menghadiri rapat persiapan penyerahan sertifikat gratis bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sekaligus pelaksanaan Program KUR Perumahan BRI di Mojokerto. Rapat berlangsung di Gedung BRI 1, Lantai 13, Jakarta, Selasa (21/7/2026), bersama Direktur Utama BRI Hery Gunardi.

Dalam kesempatan ini, Hery Gunardi memaparkan perkembangan penyaluran pembiayaan rumah bersubsidi yang terdiri atas Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan KUR Perumahan.

"Dari data yang kami kumpulkan, apabila dilihat secara nasional target yang dibebankan kepada kementerian dan turunannya sekitar Rp95 triliun. Terdiri dari FLPP sebesar Rp45 triliun dan KUR Perumahan yang meningkat dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun. Dari keseluruhan target tersebut, BRI mengambil peran sebesar Rp62 triliun, yakni Rp10 triliun untuk KPR subsidi atau FLPP dan Rp52 triliun untuk KUR Perumahan. Untuk KUR Perumahan sendiri, dari target yang disampaikan kepada kami, pencapaian BRI sudah hampir 89%," jelas Direktur Utama BRI Hery Gunardi.

Konferensi pers rapat persiapan penyerahan sertifikat gratis bagi MBR dan pelaksanaan Program KUR Perumahan BRI bersama Menteri PKP Maruarar Sirait (kanan) dan Direktur Utama BRI Hery Gunardi (tengah). (Suara.com/CNR ukirsari)

Hery Gunardi bahwa menambahkan target penyaluran masih berpotensi meningkat setelah adanya arahan dari Menteri PKP.

"Untuk FLPP, dari target Rp10 triliun yang diberikan, BRI telah menyalurkan sekitar 32%. Secara keseluruhan, penyaluran FLPP dan KUR Perumahan telah mencapai Rp13,8 triliun atau sekitar 63% dari target. Saat ini masih bulan Juli sehingga kami optimistis hingga Desember nanti target tersebut bisa tercapai bahkan melampaui 100%," ujarnya.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi capaian BRI dalam menjalankan Program KUR Perumahan.

"Dalam seminggu ini kami membahas soal KUR dua kali bersama Presiden. Yang pertama di Hambalang minggu lalu, yang kedua kemarin juga dilaporkan dalam taklimat oleh Menko soal KUR. Capaiannya yang paling tinggi dari semua KUR adalah KUR Perumahan. Dan KUR Perumahan yang paling tinggi itu adalah dari pencapaian kinerja Bank BRI," kata Maruarar Sirait.

Ia juga menyoroti tingginya serapan program ini. Menurutnya, dalam kegiatan sosialisasi di Bandung pekan lalu, realisasi pembiayaan yang tercapai mencapai lebih dari Rp400 miliar hanya dalam satu kali kegiatan.

Baca Juga: Daftar Developer dan Skema Bunga KPR Murah di BRI x REI Expo Semarang

"Dicanangkan bersama Wali Kota Bandung, untuk bulan depan target dipasang Rp1 triliun dalam satu kali sosialisasi. Jadi, saya sangat berterima kasih kepada Pak Dirut BRI (Hery Gunardi) atas keseriusannya," ujar Maruarar Sirait.

Menteri PKP juga mengungkapkan hasil rapat persiapan kegiatan yang akan digelar pada 30 Juli 2026 di Batang, Jawa Tengah.

"Kami tadi mempersiapkan untuk acara 30 Juli di Batang, Jawa Tengah. Berharap agar Presiden hadir untuk dua acara yang merupakan program prioritas. Pertama adalah akad 62 ribu rumah subsidi yang dilaksanakan di Batang, Jawa Tengah. Nanti di lebih dari 100 titik akan dilakukan akad secara bersamaan. Kedua adalah agenda KUR Perumahan. Rencananya, ada angka yang nanti akan disampaikan Dirut BRI pada waktunya, suatu lompatan luar biasa. Jadi ada dua agenda yang dijadikan satu event," jelas Maruarar Sirait.

Ia juga mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah dua kali menghadiri agenda Kementerian PKP pada tahun lalu, yakni untuk akad 26 ribu rumah subsidi di Bogor pada September dan 50 ribu rumah subsidi di Serang, Banten, pada Desember.

"Dan nanti Desember tahun ini kami siapkan di Jawa Timur untuk 71 ribu rumah. Ini membuktikan kolaborasi ekosistem yang luar biasa, mulai dari perbankan, developer, Tapera, SMF (PT Sarana Multigriya Finansial), pemerintah daerah, Kemendagri, BPS (Badan Pusat Statistik), ATR/BPN, hingga seluruh pihak yang bekerja sama menjalankan Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo. Sekali lagi terima kasih atas kinerja luar biasa BRI dalam mendukung program tersebut," tutur Maruarar Sirait.

Di sisi lain, Hery Gunardi menegaskan BRI siap memenuhi target penyaluran KUR Perumahan hingga akhir tahun.

"KUR Perumahan adalah program bersubsidi. Jadi pricing atau bunga yang diberikan kepada nasabah hanya 6% per tahun atau sekitar 0,5% per bulan. Karena itu cicilannya masih sangat terjangkau. Hal tersebut membuat masyarakat antusias. Kalau kita lihat, pertumbuhan penyalurannya juga cukup tinggi dan saya rasa akan terus berlanjut sampai akhir tahun," tukas Hery Gunardi.

Ia menambahkan BRI memiliki rekam jejak yang baik dalam memenuhi target pemerintah.

"Realisasi penyaluran dari BRI sampai akhir 2026, paling tidak bila BRI diberi target kami akan mencapai target tersebut. Misalnya diberi target Rp10 triliun, selama ini selalu terpenuhi. Tahun lalu target BRI tercapai 100%," pungkas Hery Gunardi. ***

Load More