Bisnis / Energi
Rabu, 22 Juli 2026 | 08:58 WIB
AS - Iran kembali memanas memengaruhi harga minyak dunia. [Ist/AryJeay]
Baca 10 detik
  • Harga minyak mentah dunia menguat pada Rabu 22 Juli akibat kekhawatiran gangguan pasokan global.
  • Militer Amerika Serikat dan Iran terlibat eskalasi konflik militer yang memicu serangan drone di Kuwait.
  • Kenaikan harga minyak ini didorong oleh ancaman blokade kelompok Houthi di jalur perairan strategis.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia bergerak menguat pada perdagangan Rabu 22 Juli akibat kekhawatiran atas gangguan pasokan global yang kian memuncak.

Kenaikan ini dipicu oleh serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Iran yang memasuki malam ke-11 berturut-turut, serta laporan serangan drone Iran ke wilayah Kuwait.

Mengutip dari Reuters, minyak mentah berjangka jenis Brent menguat 0,55 persen atau 50 sen ke posisi 91,51 dolar AS per barel setelah pembukaan pasar. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,36 persen atau 30 sen menjadi 84,64 dolar AS per barel.

Lonjakan ini melanjutkan tren penguatan setelah sehari sebelumnya minyak mentah ditutup pada level tertinggi dalam lima minggu terakhir.

Eskalasi militer makin meluas setelah militer AS menggempur sasaran di wilayah selatan dan barat Iran, yang dibalas Iran dengan menyerang fasilitas AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

Ketegangan makin memanas usai militer AS melancarkan gelombang serangan terbaru pada Selasa malam waktu setempat. Di saat bersamaan, angkatan udara Kuwait dilaporkan tengah mencegat sejumlah drone milik Iran.

Ilustrasi harga minyak dunia. [Unsplash]

Kondisi diperparah oleh keterlibatan kelompok Houthi asal Yaman yang bersekutu dengan Iran. Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi dan mengancam akan menyerang kapal-kapal pengangkut minyak mentah Saudi di Selat Bab el-Mandeb.

Jalur perairan Bab el-Mandeb di Laut Merah tersebut kini menjadi krusial bagi ekspor minyak Saudi, menyusul anjloknya lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz pasca runtuhnya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran awal bulan ini.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengungkapkan bahwa biaya operasi militer AS dalam konflik dengan Iran telah menelan anggaran hingga 37,5 miliar dolar AS, melonjak sekitar 8 miliar dolar AS dari estimasi sebelumnya.

Baca Juga: Usulan Sudah Sampai Pertamina, Harga BBM Pertamax Segera Turun

Dari sisi persediaan, data American Petroleum Institute (API) menunjukkan adanya peningkatan stok minyak mentah dan distilat AS pada pekan lalu, sementara cadangan bensin mencatatkan penurunan.

Pasar kini tengah menantikan rilis data persediaan resmi dari US Energy Information Administration (EIA).

Load More