Bisnis / Keuangan
Jum'at, 24 Juli 2026 | 08:21 WIB
Ilustrasi. PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK) memperkenalkan inovasi baru berupa CLIK Propensity Score, sebuah skor prediktif yang memungkinkan lembaga keuangan mengidentifikasi calon nasabah yang berpotensi mengajukan kredit dalam tiga bulan ke depan. Foto its.
Baca 10 detik
  • CLIK luncurkan skor prediksi calon peminjam hingga 3 bulan ke depan.
  • Bank bisa menargetkan promosi kredit lebih tepat dan efisien.
  • Solusi bantu dorong pertumbuhan kredit dengan tetap menjaga risiko.

Suara.com - PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK) memperkenalkan inovasi baru berupa CLIK Propensity Score, sebuah skor prediktif yang memungkinkan lembaga keuangan mengidentifikasi calon nasabah yang berpotensi mengajukan kredit dalam tiga bulan ke depan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pemasaran kredit sekaligus mengoptimalkan penggunaan anggaran promosi.

CLIK yang merupakan Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut solusi tersebut dirancang untuk membantu perbankan dan perusahaan pembiayaan menyasar calon peminjam pada waktu yang lebih tepat, sehingga peluang keberhasilan kampanye pemasaran menjadi lebih tinggi.

Presiden Komisaris PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK), Rizana Noor, mengatakan industri jasa keuangan kini membutuhkan pendekatan yang semakin mengandalkan data agar dapat memahami kebutuhan nasabah secara lebih akurat.

"Industri jasa keuangan membutuhkan pendekatan yang semakin berbasis data agar dapat memahami kebutuhan dan melayani nasabah lebih baik. Melalui CLIK Propensity Score, kami ingin menghadirkan inovasi yang membantu lembaga keuangan mengambil keputusan yang lebih akurat, sehingga upaya pemasaran menjadi lebih efisien dan pertumbuhan bisnis menjadi lebih sehat," ujar Rizana.

Peluncuran solusi ini berangkat dari tantangan rendahnya efektivitas kampanye pemasaran kredit. Berdasarkan Response Rate Report 2025 yang diterbitkan Association of National Advertisers (ANA/DMA), tingkat respons terhadap penawaran kartu kredit secara massal hanya berkisar 1-3%. Sementara itu, kampanye yang ditujukan kepada nasabah lama yang lebih relevan mampu mencatat tingkat respons sebesar 5-9%.

CLIK Propensity Score bekerja dengan memprediksi kemungkinan seseorang mengambil kredit tanpa agunan berdasarkan rekam jejak perilaku kredit yang tercatat di biro kredit. Prediksi tersebut berlaku hingga tiga bulan ke depan dan memanfaatkan bureau-wide intelligence, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif dibandingkan hanya mengandalkan data internal masing-masing lembaga keuangan.

Solusi ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk pembiayaan, mulai dari kartu kredit, Kredit Tanpa Agunan (KTA), Buy Now Pay Later (BNPL), hingga pinjaman berbasis teknologi atau peer-to-peer (P2P) lending.

Vice President Presales & Solution PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK), Yovi Leonora, mengatakan banyak lembaga jasa keuangan selama ini masih kesulitan mengetahui kapan seorang nasabah mulai membutuhkan pinjaman baru.

"Selama ini banyak lembaga jasa keuangan menjalankan kampanye akuisisi dan cross-sell tanpa benar-benar tahu siapa yang sedang bersiap mengambil pinjaman baru. Dengan CLIK Propensity Score, kami ingin membantu industri melihat sinyal permintaan itu lebih awal, sehingga penawaran bisa sampai ke orang yang tepat, pada momen yang tepat, tanpa mengorbankan disiplin manajemen risiko," kata Yovi.

Baca Juga: Jumlah Uang Beredar Masih Bertambah, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?

Selain mendukung strategi akuisisi nasabah baru, CLIK Propensity Score juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan cross-selling, membantu relationship manager menentukan prioritas calon nasabah, hingga memperkuat penawaran kredit digital. Implementasinya dapat diawali melalui skema proof of concept (PoC), sehingga setiap lembaga keuangan dapat menguji performa model sesuai karakteristik portofolio masing-masing.

Load More