Bisnis / Keuangan
Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:36 WIB
Ilustrasi jumlah uang beredar bertambah. [Suara.com/Rina]
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia mencatat uang beredar arti luas mencapai Rp10.432,8 triliun atau tumbuh 8,7 persen pada Juni 2026.
  • Pertumbuhan uang beredar tersebut ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit perbankan sebesar 12,1 persen secara tahunan.
  • Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat juga turut mencatat pertumbuhan positif sebesar 10,1 persen pada periode tersebut.

Suara.com - Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tetap mencatat pertumbuhan positif pada Juni 2026. Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi M2 mencapai Rp10.432,8 triliun, atau tumbuh 8,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Angka ini melambat dibandingkan pertumbuhan 10,8 persen pada Mei 2026.

Pertumbuhan uang beredar tersebut ditopang oleh peningkatan komponen uang beredar sempit (M1) yang tumbuh 9,8 persen secara tahunan serta uang kuasi yang meningkat 6,9 persen secara tahunan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan perkembangan likuiditas pada Juni 2026 masih didukung oleh pertumbuhan kredit serta perkembangan tagihan bersih kepada pemerintah.

"Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Juni 2026 tetap tumbuh positif. Perkembangan M2 pada Juni 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat," ujar Ramdan Denny dalam siaran pers BI, Jumat (24/7/2026).

BI mencatat, penyaluran kredit pada Juni 2026 tumbuh 12,1 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 10,8 persen pada Mei 2026, mencerminkan intermediasi perbankan yang terus menguat di tengah pemulihan aktivitas ekonomi.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Ramdan Denny di Gedung BI. [Suara.com/Rina]

Di sisi lain, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat juga masih mencatat pertumbuhan sebesar 10,1 persen secara tahunan.

Meski melambat dibandingkan pertumbuhan 37,4 persen pada Mei 2026, komponen tersebut tetap menjadi salah satu faktor yang menopang peningkatan jumlah uang beredar.

Ramdan Denny menegaskan bahwa perkembangan M2 pada Juni 2026 mencerminkan kondisi likuiditas perekonomian yang masih terjaga seiring berlanjutnya pertumbuhan kredit dan dukungan terhadap pembiayaan pemerintah.

Baca Juga: QRIS Indonesia Makin Mendunia, BI Kebut Kerja Sama Pembayaran dengan Arab Saudi dan Hong Kong

"Perkembangan M2 pada Juni 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit yang meningkat serta tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat yang tetap tumbuh," kata Ramdan Denny.

BI menilai likuiditas perekonomian masih berada pada level yang memadai untuk mendukung aktivitas ekonomi nasional, meskipun laju pertumbuhan uang beredar mengalami normalisasi dibandingkan bulan sebelumnya.

Load More