Bisnis / Keuangan
Jum'at, 24 Juli 2026 | 09:38 WIB
Hotel BUMN yang dipegang InJourney (Dok: InJourney)
Baca 10 detik
  • Konsolidasi 120 hotel BUMN di bawah InJourney Hospitality dibahas di Jakarta pada Rabu, 22 Juli.
  • Langkah integrasi tersebut menjadikan InJourney sebagai operator hotel terbesar kedua di Indonesia melalui program streamlining BUMN.
  • Pemerintah menargetkan peningkatan efisiensi operasional dan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional melalui konsolidasi tersebut.

Suara.com - Konsolidasi 120 hotel milik badan usaha milik negara (BUMN) di bawah naungan InJourney Hospitality resmi memasuki babak baru. Langkah ini menjadikan InJourney sebagai operator hotel terbesar kedua di Indonesia sekaligus memperkuat transformasi pengelolaan aset perhotelan milik negara.

Penggabungan seluruh hotel BUMN ke dalam InJourney Group merupakan bagian dari program streamlining BUMN.

Melalui konsolidasi tersebut, pemerintah menargetkan pengelolaan perusahaan pelat merah menjadi lebih efisien, fokus, serta mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Pembahasan mengenai penguatan InJourney Hospitality dilakukan dalam pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dengan Direktur Utama InJourney, Maya Watono, pada Rabu (22/7).

Ilustrasi Suasana hotel milik PT Hotel Indonesia Natour The Meru, Sanur Bali/(Instagram @themerusanur).

Pertemuan tersebut membahas langkah lanjutan pengembangan InJourney Hospitality setelah bergabungnya 120 hotel BUMN ke dalam InJourney Group. Dengan skala tersebut, InJourney kini menjadi operator hotel terbesar kedua di Indonesia.

Menurut Dony, integrasi seluruh hotel BUMN bukan hanya bertujuan menyatukan aset, tetapi juga memperkuat daya saing industri perhotelan nasional melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi.

"Konsolidasi ini bukan sekadar menggabungkan aset, tetapi membangun operator hotel nasional yang lebih kuat, efisien, dan mampu bersaing di tingkat global," ujar Dony di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Konsolidasi ini juga diharapkan mampu memperkuat portofolio aset BUMN di sektor perhotelan sekaligus meningkatkan kualitas layanan yang ditawarkan kepada wisatawan.

Melalui transformasi tersebut, InJourney Hospitality menargetkan hadir sebagai operator hotel nasional dengan standar layanan kelas dunia yang tetap mengedepankan kekayaan keramahtamahan Nusantara.

Baca Juga: Tak Mau Ada Korupsi dari Investasi, 12 Entitas BUMN Asuransi Dibuang

Di sisi lain, langkah ini menjadi bagian dari strategi BP BUMN bersama Danantara dalam memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan pengelolaan yang lebih terpusat, pemerintah berharap sinergi antarhotel BUMN dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat daya saing industri perhotelan domestik, serta mendorong kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Load More