Bisnis / Keuangan
Selasa, 28 Juli 2026 | 09:13 WIB
Ilustrasi Deretan saham di papan perdagangan BEI. [Antara].
Baca 10 detik
  • Perdagangan IHSG dibuka melemah ke level 6.175 pada hari Selasa, 28 Juli 2026.
  • CGS International Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat didorong sentimen Wall Street.
  • Aksi jual investor asing berpotensi membatasi ruang penguatan IHSG di Bursa Efek Indonesia.

Suara.com - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka memerah pada, Selasa, 28 Juli 2026. IHSG dibuka melemah ke level 6.175.

Mengutip data Stockbit, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih nyaman di zona merah di level 6.174 atau turun 0,19 persen.

Pada perdagangan waktu itu sebanyak 1,73 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp 627,61 miliar serta frekuensi sebesar 110.560 kali.

Di waktu itu, terdapat 278 saham menghijau, sedangkan, 212 saham merosot. Sisanya, 475 saham masih belum bergerak alias stagnan.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:

Top Gainer

  • ALKA
  • ZONE
  • BAJA
  • AKSI
  • MCAS

Top Loser

  • BBLD
  • TAMA
  • TNCA
  • RSGK
  • TIRA

Proyeksi IHSG

IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. Sentimen positif datang dari penguatan bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) dan kenaikan harga sejumlah komoditas mineral logam.

Baca Juga: 6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI

Dalam riset CGS International Sekuritas Indonesia, penguatan indeks di Wall Street dinilai berpotensi memberikan dorongan bagi pasar saham domestik. Selain itu, reli harga komoditas mineral logam juga diperkirakan menjadi katalis positif bagi sejumlah emiten berbasis sumber daya alam.

Namun demikian, pasar masih dibayangi oleh berlanjutnya aksi jual atau net sell investor asing yang berpotensi membatasi ruang penguatan IHSG.

"Menguatnya indeks di bursa Wall Street dan naiknya harga beberapa komoditas mineral logam diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu berlanjutnya aksi jual investor asing berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.125/6.065 dan resist 6.245/6.310," tulis Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia.

Seiring proyeksi tersebut, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati investor pada perdagangan hari ini. Saham-saham tersebut antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).

Seluruh saham tersebut mendapatkan rekomendasi buy dari tim riset CGS International Sekuritas Indonesia.

Adapun secara teknikal, IHSG diperkirakan memiliki level support di area 6.125 hingga 6.065, sementara level resistance berada di kisaran 6.245 hingga 6.310. Pergerakan indeks diperkirakan akan dipengaruhi oleh respons pelaku pasar terhadap sentimen global serta aktivitas investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Load More