- Video lama Menteri PPN soal MBG kembali viral di media sosial.
- Rachmat menyebut MBG lebih mendesak daripada lapangan kerja.
- Pernyataan itu memicu pro-kontra soal prioritas kebijakan pemerintah.
Suara.com - Potongan video pidato Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mendadak viral dan memicu perdebatan di media sosial. Pernyataan Rachmat yang menyebut program MBG lebih mendesak daripada lapangan pekerjaan menjadi sorotan publik.
Video tersebut diunggah akun Instagram @reset pada Selasa (28/7/2026) dengan judul, "Menteri PPN: Program MBG Lebih Mendesak Ketimbang Lapangan Kerja!". Dalam waktu singkat, cuplikan itu menuai beragam respons dari warganet, mulai dari yang mendukung hingga mengkritik prioritas kebijakan pemerintah.
Dalam video berdurasi kurang dari satu menit yang bersumber dari dokumentasi Prasasti Center, Rachmat menjelaskan alasan pemerintah menempatkan MBG sebagai program yang lebih mendesak.
"Pada waktu saya ditanya, apakah MBG lebih penting dari memberi lapangan kerja? Saya mengatakan MBG lebih mendesak daripada lapangan kerja. Ada yang bilang, tolong kasih kail, jangan ikan. Kalau dikasih kail, sudah keburu mati," ujar Rachmat dalam forum tersebut.
Pernyataan tersebut kemudian memantik perdebatan. Sebagian pihak menilai program pemenuhan gizi memang menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga kualitas sumber daya manusia, terutama bagi kelompok rentan. Namun, tidak sedikit yang mempertanyakan logika kebijakan tersebut karena penciptaan lapangan kerja dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Meski baru ramai diperbincangkan, pernyataan tersebut bukan disampaikan dalam waktu dekat. Cuplikan video berasal dari Prasasti Economic Forum, forum diskusi kebijakan publik yang diselenggarakan Prasasti Center for Policy Studies pada 29 Januari 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Menteri Bappenas: Program MBG Lebih Mendesak Daripada Lapangan Pekerjaan
-
Ribut Lagi! Donald Trump Dongkol dengan Ocehan Benjamin Netanyahu
-
Profil Ze Pedro, Eks Benfica dan Portugal yang Latih Timor Leste Lawan Timnas Indonesia
-
2 Varian Sunscreen Anessa untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Bisa Mengurangi Flek Hitam
-
Dulu Janji di Depan KPK Tak Mau Korupsi, Bupati Pemalang Anom Malah Kena OTT
-
Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
-
Rawan Ambles, Jalur Kereta Api di Dekat Lumpur Lapindo akan Dialihkan
-
Cukur Kamboja 5-1, Timnas Indonesia Belum Aman: Skenario Lolos Semifinal Piala AFF 2026 Masih Rumit
-
Jufri Rahman: Wastra Sulsel Terus Dikembangkan Agar Berdaya Saing
-
Profil Hendi Prio Santoso: Dari Dirut PGN, MIND ID Hingga Resmi Jadi Koruptor