- PT KAI bersama BRIN mengembangkan sistem keselamatan ATP untuk mencegah kecelakaan kereta api di Indonesia.
- Roadmap pengembangan teknologi ATP ditargetkan memasuki tahap uji lapangan hingga triwulan kedua tahun 2027.
- Sistem ATP berfungsi mencegah pelanggaran sinyal, mengawasi kecepatan, dan menyampaikan informasi operasional kepada masinis.
Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai menyiapkan pengembangan teknologi Automatic Train Protection (ATP) sebagai sistem keselamatan untuk mencegah kecelakaan kereta api. Bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
KAI telah menyusun roadmap pengembangan ATP yang ditargetkan memasuki tahap uji lapangan hingga triwulan II 2027.
Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa mengatakan, pengembangan ATP membutuhkan proses yang panjang karena harus disesuaikan dengan karakteristik operasional perkeretaapian di Indonesia.
"Keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam setiap proses adopsi teknologi di KAI. Kolaborasi bersama BRIN memberi ruang bagi kami untuk menguji berbagai alternatif teknologi berbasis riset sehingga keputusan implementasinya memiliki landasan teknis, operasional, dan keselamatan yang kuat," ujar I Gede di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
ATP merupakan sistem proteksi perjalanan kereta api yang memiliki tiga fungsi utama, yakni mencegah kereta melintasi sinyal berhenti atau Signal Passed at Danger (SPAD), mengawasi kecepatan perjalanan kereta, serta menyampaikan informasi operasional kepada masinis.
Teknologi tersebut bekerja melalui integrasi perangkat yang dipasang pada infrastruktur jalur dengan perangkat onboard di lokomotif maupun kereta berpenggerak. Pengembangannya juga mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 52 Tahun 2014 mengenai kewajiban implementasi Sistem Kendali Kereta Otomatis.
Dalam proses pengembangannya, KAI bersama BRIN akan menggunakan pendekatan Proof of Product sebagai tahapan validasi sebelum menentukan teknologi ATP yang akan diimplementasikan.
Melalui pendekatan tersebut, KAI akan menguji fungsi, integrasi, hingga kinerja teknologi dalam kondisi yang menyerupai operasional sebenarnya. Langkah ini juga bertujuan mengidentifikasi potensi risiko, kebutuhan penyesuaian, serta kesiapan sistem sebelum diterapkan secara luas.
"Proof of Product memungkinkan teknologi dinilai dalam situasi operasional yang relevan. KAI dapat memahami sejak awal fungsi, antarmuka, kebutuhan integrasi, potensi risiko, serta kemampuan pemeliharaannya sebelum teknologi tersebut diterapkan dalam skala yang lebih luas," kata I Gede.
Baca Juga: Targetkan Produksi 156 Rangkaian KRL Mandiri, Integrasi KAI-INKA Siap Akhiri Ketergantungan Impor!
Roadmap pengembangan ATP dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama dimulai pada triwulan III 2026 melalui pembentukan ATP Working Group yang melibatkan KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Bersamaan dengan itu, KAI juga akan bekerja sama dengan BRIN untuk mengkaji berbagai aspek lokal, mulai dari standardisasi, kondisi cuaca, dampak sambaran petir, hingga keberlanjutan pemeliharaan sistem.
Tim tersebut akan menyusun konsep adopsi ATP, kebutuhan fungsional, roadmap implementasi, kerangka kerja konsultan, kajian keberagaman sarana dan prasarana, analisis kesenjangan, hingga rekomendasi teknologi yang sesuai dengan kondisi Indonesia.
Tahap kedua dijadwalkan berlangsung pada triwulan IV 2026 dengan fokus pada penyusunan desain Proof of Product, penetapan kebutuhan teknis, operasional, dan keselamatan, serta pelaksanaan market sounding kepada penyedia teknologi.
Sementara itu, tahap ketiga akan berlangsung mulai triwulan IV 2026 hingga paling lambat triwulan II 2027. Pada fase ini, teknologi ATP akan memasuki tahapan validasi melalui uji lapangan, evaluasi, serta safety assessment terhadap aspek operasional maupun perangkat yang digunakan pada sarana dan prasarana.
Kajian tersebut mencakup teknologi ATP berbasis perangkat onboard, balise atau transponder di jalur rel, hingga integrasi dengan sistem persinyalan yang sudah ada. Selain itu, KAI juga mengeksplorasi pemanfaatan teknologi berbasis satelit dan komunikasi nirkabel yang masih memerlukan kajian lebih lanjut terkait regulasi serta kesiapan jaringan komunikasi khusus perkeretaapian.
Menurut I Gede, keberhasilan kolaborasi ini tidak hanya diukur dari keberhasilan riset, tetapi juga kemampuan menghasilkan teknologi yang dapat diintegrasikan dengan sistem perkeretaapian nasional secara aman dan berkelanjutan.
"Arah akhirnya adalah membangun ekosistem inovasi perkeretaapian Indonesia yang semakin mandiri, adaptif, serta mampu mendukung keselamatan dan keandalan perjalanan dalam jangka panjang," pungkas I Gede.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Debut Gila Mitchell Baker, Media Vietnam: Ancaman Serius, Senjata Mematikan Timnas Indonesia
-
4 Zodiak yang Diprediksi Menarik Keberuntungan Hari Ini 29 Juli 2026, Kamu Termasuk?
-
Ke Depan Tak Ada Lagi Kecelakaan Kereta Api , KAI Kembangkan Teknologi Baru
-
Petaka MBG: 211 Siswa Kediri Tumbang Keracunan, Program Dihentikan Sementara
-
Memori HP Penuh, Kenapa Kita Seolah Merasa Berat Menghapus File Lama?
-
Kena OTT KPK, Intip Kekayaan Rp21,3 M Bupati Pemalang: Punya Harley Hingga 18 Properti
-
Mal Meledak Hebat Usai Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Fasilitas Nuklir Terdampak?
-
Rupiah Jadi Prioritas, Bank Indonesia Optimalkan Instrumen Moneter untuk Jaga Stabilitas Ekonomi
-
7 Tanaman Pembawa Sial Menurut Feng Shui, Dianggap Bisa Menghambat Rezeki
-
Profil Anom Widiyantoro, Bupati Pemalang yang Terjaring OTT KPK: Eks Petinggi BUMN