Bisnis / Makro
Rabu, 29 Juli 2026 | 17:41 WIB
Komisioner Perdagangan Inggris untuk Asia Pasifik Martin Kent seusai UK-Indonesia Railway Partnership Forum di Hotel Mandari Oriental, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Baca 10 detik
  • Pemerintah Inggris melalui UKEF menawarkan pinjaman dana sebesar Rp96,64 triliun bagi pemerintahan Prabowo Subianto.
  • Komisioner Martin Kent mengumumkan tawaran tersebut dalam forum bisnis di Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026.
  • Sebanyak 15 perusahaan Inggris turut dibawa untuk bekerja sama membangun infrastruktur berkelanjutan dan transportasi di Indonesia.

Suara.com - Pemerintah Inggris menawarkan pinjaman dana yang bisa digunakan pemerintahan Prabowo Subianto untuk membangun Infrastruktur. Setidaknya, ada puluhan triliun dana segar yang siap pakai.

Komisioner Perdagangan Inggris untuk Asia Pasifik Martin Kent, menjelaskan pemerintah Inggris memiliki lembaga penyokong dana yaitu UK Export Finance (UKEF). Setidaknya, kapasitas dana siap pakai UKEF mencapai 4 miliar Poundsterling atau setara Rp96,64 triliun. (Kurs 1 Poundsterling = Rp24.162).

"Saat ini UKEF memiliki kapasitas pembiayaan hingga 4 miliar Poundsterling yang tersedia bagi Indonesia. Dana tersebut siap digunakan untuk menyediakan solusi pembiayaan yang kompetitif guna mendukung ambisi pembangunan Indonesia di masa depan, bersamaan dengan keahlian yang dimiliki perusahaan-perusahaan Inggris," ujarnya dalam UK-Indonesia Railway Partnership Forum di Hotel Mandari Oriental, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Selain dana, kunjungan Kent ke Indonesia juga membawa 15 perusahaan asal Inggris yang siap berkerja sama untuk membangun infrastruktur.

UK-Indonesia Railway Partnership Forum di Hotel Mandari Oriental, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

"Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan salah satu mitra terpenting Inggris di kawasan ini. Kami mendukung ambisi Indonesia dalam pengembangan infrastruktur berkelanjutan, transportasi, energi, dan berbagai sektor lainnya," ucapnya.

Kent mengungkapkam, selama ini pemerintah Inggris telah membantu Indonesia dalam membangun infrastruktur, khusus sektor perekeretaapian. Terbaru, Inggris membantu penelitian mulai dari studi kelayakan untuk Kereta Perkotaan di Surabaya.

"Ada proyek kereta api di mana kami telah memasuki banyak pendanaan, kami telah mendukung penelitian  di Surabaya tahun lalu untuk proyek Kementerian Perhubungan. Tapi itu salah satu contoh yang banyak di mana perusahaan-perusahaan dan pemerintah kami bekerja sama dengan erat," bebernya.

Kent menambahkan, pemerintah Inggris pada dasarnya sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia, tidak hanya di sektor kereta api, tapi proyek lainnya.

"Dengan menggabungkan keahlian Inggris dan prioritas pembangunan Indonesia, kami mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, memperkuat konektivitas, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara," pungkasnya.

Baca Juga: Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan

Load More