Bisnis / Inspiratif
Kamis, 30 Juli 2026 | 07:31 WIB
Ilustrasi teknologi USG. [Fujifilm]
Baca 10 detik
  • Fujifilm Indonesia mendukung program skrining hepatitis B dan C di Yogyakarta pada 25–26 Juli 2026.
  • Perusahaan memperkenalkan teknologi ultrasonografi dengan fitur SWM untuk mendeteksi fibrosis hati secara non-invasif dan lebih dini.
  • Fujifilm meluncurkan HPB Solution untuk membantu efisiensi operasional fasilitas kesehatan serta meningkatkan penanganan penyakit hati secara komprehensif.

Suara.com - Fujifilm memperkuat pijakan bisnisnya di sektor kesehatan (healthcare) nasional. Terbaru, raksasa teknologi asal Jepang ini membidik peluang pasar diagnostik medis dengan mendukung program skrining hepatitis B & C.

Hal ini dipamerkan dalam rangkaian Kongres Nasional PPHI–PGI–PEGI 2026 di Yogyakarta pada 25–26 Juli 2026. Langkah ini menjadi transformasi strategis Fujifilm yang tak lagi sekadar dikenal di industri pencitraan dan fotografi, melainkan agresif menggarap pasar penyedia peralatan dan solusi medis di Indonesia.

Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, Masato Yamamoto mengungkapkan bahwa keterlibatan perusahaan dalam kegiatan medis berskala nasional ini merupakan bagian dari komitmen bisnis jangka panjang untuk memperluas aksesibilitas teknologi kesehatan berkualitas di pasar domestik.

"Kami percaya masyarakat berhak mendapatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas," ujar Yamamoto dalam siaran pers, Kamis (30/7/2026).

Teknologi ultrasonografi tersebut dilengkapi dengan fitur Shear Wave Measurement (SWM) yang memungkinkan tenaga medis mengukur tingkat kekakuan jaringan hati (liver stiffness) secara kuantitatif. 

Pengukuran tersebut membantu dokter mendeteksi fibrosis hati akibat hepatitis B dan hepatitis C secara non-invasif. Sehingga perubahan pada jaringan hati dapat diketahui lebih dini tanpa prosedur yang menimbulkan rasa sakit.

Selain menghadirkan perangkat ultrasonografi (USG), Fujifilm juga memperkenalkan HPB (Hepato–Pancreato–Biliary) Solution. Ini adalah solusi bisnis terintegrasi ini menggabungkan tiga lini produk USG, endoskopi, dan mobile C-arm.

Strategi ini meluncur sebagai jawaban atas tingginya permintaan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan klinik akan efisiensi operasional. 

Sistem terintegrasi ini mendukung alur pelayanan pasien secara end-to-end mulai dari skrining, diagnosis, tindakan intervensi, hingga evaluasi penyakit hati, pankreas, dan bilier.

Baca Juga: Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Direktur Fujifilm Indonesia, Handra Effendi optimistis permintaan terhadap solusi kesehatan terpadu di Indonesia akan terus bertumbuh seiring pesatnya modernisasi fasilitas medis.

"Kami ingin menghadirkan solusi yang membantu tenaga medis bekerja lebih cepat dan efisien. Melalui HPB Solution, kami berkomitmen mendukung penanganan penyakit hati secara lebih komprehensif sehingga fasilitas kesehatan dapat memberikan layanan yang semakin optimal bagi masyarakat," jelas Handra.

Lewat dukungan terhadap program skrining hepatitis B & C serta pengembangan solusi diagnostik terintegrasi, Fujifilm Indonesia terus berupaya mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, sekaligus memperluas akses terhadap teknologi medis yang inovatif untuk deteksi dini dan penanganan penyakit.

Load More