Bisnis / Keuangan
Kamis, 30 Juli 2026 | 17:11 WIB
IHSG tahan badai masih menguat ke level 6.100 [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom]
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan ditutup naik 94,97 poin atau 1,55 persen ke level 6.186 pada Kamis, 30 Juli 2026.
  • Phintraco Sekuritas melaporkan penguatan IHSG terjadi di tengah tekanan pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak mentah global.
  • Seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia berhasil ditutup di zona hijau dengan dipimpin oleh sektor IDX Cyclicals.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menghijau hingga akhir perdagangan, Kamis, 30 Juli 2026. IHSG ditutup naik 94,97 poin atau 1,55 persen ke level 6.186.

Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, IHSG masih bertahan menguat, meski dibayangi pelemahan rupiah dan lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.

Sepanjang perdagangan, indeks dibuka di level 6.110, sempat menyentuh level tertinggi 6.186, dan bergerak di level terendah 6.106.

Menurut Phintraco Sekuritas, rebound IHSG terjadi meski harga minyak mentah Brent kembali naik hingga di atas 92 dolar AS per barel setelah Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan udara baru terhadap Iran sebagai balasan atas serangan terhadap pasukan AS di Timur Tengah. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.

Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Di sisi lain, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,17 persen ke level Rp18.075 per dolar AS, seiring menguatnya indeks dolar AS meski Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya.

Seluruh sektor saham berhasil ditutup di zona hijau dengan penguatan dipimpin sektor IDX Cyclicals yang naik 2,25 persen, disusul IDX Non-Cyclicals sebesar 2,12 persen, dan IDX Energy sebesar 1,87 persen.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai IHSG berhasil ditutup di atas rata-rata pergerakan MA5, MA20, dan MA50, serta masih bertahan di atas level psikologis 6.000. Indikator Stochastic RSI juga mendekati area oversold dan berpotensi membentuk golden cross.

Dengan kondisi tersebut, Phintraco memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (31/7/2026) dengan menguji area 6.200 hingga 6.250.

Data Perdagangan

Baca Juga: IHSG Ditutup Naik ke Level 6.147 di Sesi I, Saham-saham Ini Jadi Penopangnya!

  • IHSG: 6.186 (+94,97 poin / +1,55 persen)
  • Nilai transaksi: Rp12,59 triliun
  • Volume perdagangan: 24,96 miliar saham
  • Frekuensi transaksi: 1.717.740 kali
  • Level tertinggi 2026: 9.134,70
  • Level terendah 2026: 5.342,14

Top Value

  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 4,09 persen ke Rp2.110
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,79 persen ke Rp6.450
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 2,40 persen ke Rp2.990

Top Volume

  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 1,89 persen ke Rp162
  • PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menguat 7,78 persen ke Rp97
  • PT Kota Satu Properti Tbk (KOTA) melonjak 20,80 persen ke Rp151

Top Gainers LQ45

  • PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 6,12 persen ke Rp1.560
  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menguat 5,60 persen ke Rp4.900
  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 4,80 persen ke Rp9.275

Top Losers LQ45

  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 1,52 persen ke Rp650
  • PT United Tractors Tbk (UNTR) melemah 1,02 persen ke Rp24.250
  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 0,71 persen ke Rp695

Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Load More