- Prabowo: BI dan Himbara harus jadi satu tim demi ekonomi nasional.
- Kerja sama dan saling percaya disebut kunci capai pertumbuhan besar.
- BI dipimpin sementara Destry usai Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Bank Indonesia (BI) dan seluruh bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) harus bekerja sebagai satu tim untuk memperkuat sektor keuangan nasional. Seruan tersebut disampaikan di tengah transisi kepemimpinan Bank Indonesia setelah pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI.
Dalam acara Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026), Prabowo menilai koordinasi antarlembaga menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
"Ya semua bank Himbara sekarang bersama Bank Indonesia, bersama semua unsur, kita ini harus menjadi satu tim, satu kesebelasan. Kuncinya adalah kerja sama," kata Prabowo dalam siaran akun YouTube Sekretariat Presiden.
Menurutnya, sektor keuangan Indonesia akan mampu melompat lebih cepat apabila seluruh institusi keuangan saling memperkuat, bukan berjalan sendiri-sendiri.
"Dengan kerja sama, dengan saling percaya, dengan saling mendukung, dengan saling mengisi, dengan saling perkuat, kita akan capai hal-hal besar," tegasnya.
Prabowo juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor keuangan mengedepankan semangat kebersamaan dalam membangun perekonomian nasional.
"Kita sekarang, semuanya, semua adalah anak-anak Indonesia. Kita semuanya dalam satu keluarga besar, dalam satu kapal besar yang namanya NKRI," ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah Bank Indonesia mengalami pergantian kepemimpinan. Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada 25 Juli 2026. Untuk sementara, posisi tersebut dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara.
Sementara itu, penetapan gubernur definitif Bank Indonesia akan dilakukan melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR.
Baca Juga: Bukan Gagal, Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo Disebut Bukti Agenda Bersih-bersih Berjalan
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!
-
PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung, Status Tersangka Korupsi MBG Tetap Sah
-
Jatim Media Summit 2026: Ancaman Siber Mengintai Media dan Kreator, Keamanan Digital Jadi Keharusan
-
Mentan Luruskan Klaim Presiden Prabowo soal Penggilingan Padi Untung Rp2 Triliun per Bulan
-
Sudah 26 Tahun Tak Berubah, Mendagri Beri Lampu Hijau Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah
-
Bukan Gagal, Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo Disebut Bukti Agenda Bersih-bersih Berjalan
-
Sabun Cuci Muka Sombong Apakah Sudah BPOM? Intip Fakta dan Harganya
-
Kemenko PMK dan Petani Tembakau Sepakat: Ambang Batas Nikotin Belum Menjadi Prioritas Pembahasan
-
Calon Kades Petahana Kabupaten Bekasi Diminta Cuti
-
Lapor Prabowo Soal 18 Kepala Daerah Kena OTT, Tito Soroti Background Artis hingga Pengusaha