Bisnis / Keuangan
Kamis, 30 Juli 2026 | 18:29 WIB
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Bank Indonesia (BI) dan seluruh bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) harus bekerja sebagai satu tim untuk memperkuat sektor keuangan nasional. Foto ist.
Baca 10 detik
  • Prabowo: BI dan Himbara harus jadi satu tim demi ekonomi nasional.
  • Kerja sama dan saling percaya disebut kunci capai pertumbuhan besar.
  • BI dipimpin sementara Destry usai Perry Warjiyo mengundurkan diri.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Bank Indonesia (BI) dan seluruh bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) harus bekerja sebagai satu tim untuk memperkuat sektor keuangan nasional. Seruan tersebut disampaikan di tengah transisi kepemimpinan Bank Indonesia setelah pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI.

Dalam acara Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026), Prabowo menilai koordinasi antarlembaga menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

"Ya semua bank Himbara sekarang bersama Bank Indonesia, bersama semua unsur, kita ini harus menjadi satu tim, satu kesebelasan. Kuncinya adalah kerja sama," kata Prabowo dalam siaran akun YouTube Sekretariat Presiden.

Menurutnya, sektor keuangan Indonesia akan mampu melompat lebih cepat apabila seluruh institusi keuangan saling memperkuat, bukan berjalan sendiri-sendiri.

"Dengan kerja sama, dengan saling percaya, dengan saling mendukung, dengan saling mengisi, dengan saling perkuat, kita akan capai hal-hal besar," tegasnya.

Prabowo juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor keuangan mengedepankan semangat kebersamaan dalam membangun perekonomian nasional.

"Kita sekarang, semuanya, semua adalah anak-anak Indonesia. Kita semuanya dalam satu keluarga besar, dalam satu kapal besar yang namanya NKRI," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah Bank Indonesia mengalami pergantian kepemimpinan. Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada 25 Juli 2026. Untuk sementara, posisi tersebut dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara.

Sementara itu, penetapan gubernur definitif Bank Indonesia akan dilakukan melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR. 

Baca Juga: Bukan Gagal, Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo Disebut Bukti Agenda Bersih-bersih Berjalan

Load More