Bisnis / Keuangan
Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:45 WIB
Petugas menata emas batangan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Antam Setiabudi, Jakarta, Jumat (12/7/2024). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc/pri)
Baca 10 detik
  • Kementerian Perdagangan menurunkan Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi emas untuk periode pertama Agustus 2026.
  • Penurunan harga emas dipicu oleh penguatan mata uang global, kenaikan obligasi, serta suku bunga tinggi.
  • Keputusan resmi tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1669 Tahun 2026 yang berlaku awal Agustus.

Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menurunkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) emas pada periode pertama Agustus 2026.

Penurunan ini dipicu menguatnya mata uang utama dunia, kenaikan imbal hasil obligasi global, serta masih tingginya suku bunga yang membuat investor mengalihkan dana ke instrumen investasi lain.

Adapun, HPE emas periode 1–14 Agustus 2026 sebesar 130.921,50 dolar AS per kilogram. Nilai tersebut turun 0,7 persen dibandingkan periode kedua Juli 2026 yang mencapai 131.839,51 dolar AS per kilogram. Sementara itu, HR emas turun menjadi 4.072,12 dolar AS per troy ounce (t oz) dari sebelumnya 4.100,67 dolar AS per t oz.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1669 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar. Aturan itu berlaku pada periode 1–14 Agustus 2026.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan, selama periode pengumpulan data, harga emas memang mengalami koreksi sebesar 0,7 persen.

Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini (antamlogammulia)

"Penurunan HPE dan HR emas terjadi akibat menguatnya nilai tukar mata uang utama global serta meningkatnya imbal hasil obligasi di pasar internasional. Kemudian, kebijakan suku bunga yang masih berada pada level tinggi turut menekan harga emas karena emas tidak memberikan imbal hasil berkala, sehingga investor beralih ke instrumen lain dengan risiko dan keuntungan yang lebih terukur," ujar Tommy di Jakarta Jumat (31/7/2026).

Menurut Tommy, perpindahan investasi tersebut berdampak langsung terhadap penurunan permintaan emas di pasar global. Di sisi lain, pasokan emas dunia masih berada pada level yang memadai sehingga memberi tekanan terhadap harga emas di pasar internasional.

Kondisi tersebut pada akhirnya menyebabkan HPE dan HR emas untuk periode pertama Agustus 2026 kembali terkoreksi.

Kemendag menjelaskan, penetapan HPE dan HR emas dilakukan berdasarkan data serta masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA).

Baca Juga: Jangan Beli Dulu, Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp2.623.000/Gram

"Penetapan HPE dan HR emas dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga berdasarkan informasi, data, dan masukan yang disampaikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian," pungkas Tommy.

Load More