- Kelompok Houthi mengklaim Arab Saudi melancarkan 40 serangan udara ke wilayah Yaman pada Rabu malam.
- Arab Saudi menuduh Houthi berupaya menyerang Makkah menggunakan drone, namun tuduhan tersebut langsung dibantah kelompok Houthi.
- Houthi mengklaim berhasil menjatuhkan sebuah jet tempur F-15 milik Arab Saudi di wilayah udara Provinsi Ma'rib.
Suara.com - Kelompok Houthi mengklaim Arab Saudi kembali melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah Yaman dalam 24 jam terakhir.
Serangan tersebut terjadi setelah Houthi dituduh berupaya menyerang Makkah menggunakan pesawat nirawak atau drone.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan pesawat tempur Arab Saudi telah melakukan puluhan serangan udara ke sejumlah wilayah yang dikuasai kelompok tersebut.
"Pesawat tempur Saudi dalam 24 jam terakhir melancarkan 40 serangan udara menggunakan F-15 yang lepas landas dari Pangkalan Khamis Mushait," kata Yahya Saree melalui X, Rabu malam.
Menurut dia, serangan tersebut menyasar wilayah Taiz, Ma'rib, dan Hajjah.
Sebelumnya, koalisi yang dipimpin Arab Saudi menuduh Houthi berupaya menyerang Makkah menggunakan drone.
Tuduhan itu langsung dibantah kelompok yang secara resmi bernama Ansar Allah tersebut.
Juru bicara koalisi, Turki al-Maliki, menegaskan keamanan Makkah dan para jamaah merupakan batas merah bagi Arab Saudi.
"Keamanan Dua Masjid Suci dan para tamu Allah adalah garis merah," ujar al-Maliki.
Ia juga menegaskan Arab Saudi tidak akan ragu mengambil tindakan yang disebutnya perlu dan tegas terhadap Houthi.
Houthi membantah tuduhan tersebut melalui anggota biro politiknya, Hazam al-Asad.
Ia menyebut klaim mengenai upaya menyerang Makkah sebagai tuduhan yang sebelumnya juga pernah digunakan.
"Tuduhan menargetkan Makkah adalah kebohongan basi yang sudah pernah digunakan dan tidak lagi dipercaya siapa pun," kata al-Asad.
Situasi Makkah Sempat Memicu Kepanikan
Tuduhan tersebut sempat memicu kepanikan di Makkah pada Selasa malam.