Bisnis / Makro
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:55 WIB
Kepala Pusat Makroekonomi Indef menilai kenaikan harga Pertamax di Jakarta pada 10 Juni 2026 merupakan langkah fiskal yang rasional dari pemerintah. [Antara]
Baca 10 detik
  • Pertamina menurunkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Series mulai tanggal 1 Agustus 2026.

  • Penurunan harga dipengaruhi oleh pergerakan minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan daya beli.

  • Konsumen bisa mendapatkan diskon tambahan dan promo belanja menarik melalui aplikasi digital MyPertamina.

Suara.com - Pemilik kendaraan bermotor mendapat angin segar karena PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax Series mulai Sabtu, 1 Agustus 2026. Penyesuaian ini memangkas biaya pengisian bahan bakar kendaraan untuk jenis Pertamax RON 92, Pertamax Green 95, hingga Pertamax Turbo di wilayah dengan PBBKB 5 persen seperti DKI Jakarta.

Langkah pemotongan harga ini memberikan efisiensi pengeluaran bagi konsumen di tengah fluktuasi perekonomian global. Berdasarkan struktur tarif terbaru, Pertamax RON 92 kini dijual seharga Rp15.950 per liter dari harga sebelumnya Rp16.250 per liter.

Sementara itu, varian Pertamax Green 95 turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter, dan Pertamax Turbo mengalami penurunan terbesar menjadi Rp18.300 dari semula Rp19.300 per liter. Kebijakan penurunan harga ini mengacu langsung pada pergerakan harga rata-rata minyak mentah dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Pertamina mengatakan informasi harga Pertamax dan BBM Non subsidi lainnya yang beredar pada Senin (30/3/2026) belum pasti. [Antara]

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan pertimbangan utama di balik penetapan tarif baru tersebut.

"Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat," ujar Kitty dalam siaran persnya, Sabtu (1/8/2026).

Untuk kategori bahan bakar bermesin diesel nonsubsidi, Pertamina memutuskan tidak mengubah harga jualnya.

Tarif Pertamina Dex tetap bertahan pada angka Rp21.150 per liter dan Dexlite stabil di harga Rp19.700 per liter.

Guna memberikan nilai tambah bagi pengguna, BUMN energi ini mengandalkan ekosistem digital untuk menawarkan promo belanja bahan bakar.

Konsumen bisa memanfaatkan aplikasi MyPertamina untuk mendapatkan potongan harga tambahan, poin loyalitas, serta pengembalian dana (cashback).

Baca Juga: Soal Peluang Harga Pertamax Turun Agustus, Wamen ESDM: Kita Ikuti Harga Pasar!

"Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai promo yang tersedia di aplikasi MyPertamina agar transaksi pembelian BBM Non-Subsidi menjadi semakin hemat dan menguntungkan. Pertamina Patra Niaga juga berkomitmen untuk terus menyediakan energi yang berkualitas, menjaga keandalan pasokan, serta memberikan layanan terbaik kepada masyarakat di seluruh Indonesia," tambah Kitty.

Penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan agenda rutin bulanan yang dilakukan badan usaha penyedia bahan bakar di Indonesia.

Mekanisme penyesuaian ini mengacu pada formula perhitungan harga eceran yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Load More