- Pada Senin 3 Agustus 2026, nilai tukar rupiah dibuka menguat menjadi Rp17.997 per dolar Amerika Serikat.
- Meredanya ketegangan konflik antara Iran dan Amerika Serikat menjadi faktor utama pendorong penguatan mata uang rupiah tersebut.
- Investor domestik kini bersikap hati-hati sambil menantikan pengumuman data ekonomi penting seperti inflasi dan perdagangan.
Suara.com - Nilai tukar rupiah pada akhirnya bisa di bawah level Rp18.000 pada perdagangan awal Agustus 2026. Mata uang Garuda Indonesia mulai menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Senin 3 Agustus 2026 dibuka ke level Rp 17.997 per dolar Amerika Serikat (AS) atau menguat 25 poin atau 0,14 persen dari pekan sebelumnya yang ada di Rp18.055per dolar AS.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan turunnya tensi perang Iran dengan AS memberikan sentimen positif ke rupiah.
"Rupiah menguat terhadap dolar AS oleh adanya harapan damai di Timur Tengah setelah Trump mengatakan pada Minggu pagi bahwa ia telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran," katanya saat dihubungi Suara.com.
Namun, Lukman menilai penguatan rupiah akan terbatas. Sebab, adanya pengumuman inflasi bisa memberikan sentimen negatif pada mata uang Garuda.
"Penguatan rupiah akan terbatas dengan investor menantikan rilis data-data ekonomi penting domestik siang ini yaitu perdagangan dan inflasi. Range Rp17.950 - Rp18.100," jelasnya.
Sementara itu, rata-rata mata uang Asia menguat. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,7 persen. Disusul, yen Jepang yang melesat 0,65 persen.
Selanjutnya, peso Filipina menanjak 0,36 persen dan baht Thailand terkerek 0,33 persen. Lalu ada dolar Singapura yang naik 0,16 persen.
Berikutnya ada dolar Taiwan terapresiasi 0,09 persen serta yuan China terangkat 0,03 persen Diikuti, dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,008 persen.
Baca Juga: Rupiah Menguat Meski Tertahan di Level Rp18.000, Terkuat Kedua di Asia Tenggara
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas
-
Rupiah Akhirnya Tembus di Bawah Rp18.000 Pagi Ini, Dipicu Harapan Damai Timur Tengah
-
Bakal Diteror Mitchell Baker, Kiper Vietnam Gemetar: Akui Timnas Indonesia Bukan Lawan Mudah
-
UMKM Mulai Go Digital, Transaksi QRIS Jadi Andalan Dongkrak Penjualan
-
Kabar Duka, Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia
-
Apa Itu Mini Velo? Ini 4 Rekomendasi Sepeda Paling Bagus dan Awet untuk Bike To Work
-
Koperasi Desa Merah Putih Kini Pasok Lele untuk Program MBG
-
Minyak Dunia Semakin Murah, Harga BBM Gimana?
-
Analisis Timnas Indonesia vs Vietnam: Lini Tengah Kunci Garuda Raih 3 Poin
-
Transisi Ekonomi Hijau Dinilai Mustahil Tanpa Kolaborasi Lintas Sektor