Bisnis / Keuangan
Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:05 WIB
Rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah menguat 89 poin ke level Rp18.022 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, 31 Juli 2026.
  • Bank Indonesia melakukan intervensi pasar yang didukung pelemahan indeks dolar AS akibat data ekonomi Amerika Serikat di bawah ekspektasi.
  • Pencapaian tersebut menempatkan rupiah sebagai mata uang terkuat kedua di kawasan Asia Tenggara setelah peso Filipina dan dolar Taiwan.

Suara.com - Nilai tukar mata uang Garuda berhasil mengunci tren positif hingga akhir pekan perdagangan. Laju nilai tukar rupiah mencatatkan konsistensi penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi penutupan pasar sore ini.

Performa impresif tersebut sekaligus menempatkan nilai tukar Indonesia di urutan kedua mata uang dengan apresiasi terkuat di kawasan Asia Tenggara.

Merujuk pada catatan pergerakan pasar valuta asing data Bloomberg, rupiah pada perdagangan Jumat (31/7/2026) resmi mengakhiri sesi di level Rp18.022 per dolar AS.

Posisi ini mencerminkan penguatan sebesar 89 poin atau setara 0,49 persen ketimbang catatan penutupan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp18.111 per dolar AS.

Menanggapi lonjakan performa mata uang domestik tersebut, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menguraikan bahwa dorongan utama penguatan ini berasal dari ketegasan otoritas moneter nasional yang terjun langsung menjaga stabilitas nilai tukar.

Langkah proaktif Bank Indonesia yang mulai melancarkan aksi intervensi terukur di pasar keuangan terbukti efektif memberi bantalan kuat bagi pergerakan rupiah.

Langkah stabilisasi internal tersebut berpadu secara simultan dengan dinamika eksternal, di mana indeks dolar AS tengah mengalami koreksi yang cukup dalam akibat rilis data ekonomi Paman Sam yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Kondisi pelemahan mata uang Paman Sam ini pada akhirnya memberikan napas lega bagi mayoritas pergerakan nilai tukar di kawasan Asia.

"Sentimen umum masih dari eksternal, prospek suku bunga the Fed dan geopolitik di Timur Tengah membuat rupiah menguat hari ini," katanya saat dihubungi.

Baca Juga: Rupiah Menguat Pagi Ini, Tapi Masih di Level Rp18.000

Apresiasi yang diraih rupiah hari ini sejatinya berjalan sejajar dengan reli mata uang di kawasan regional. Di tingkat Asia, peso Filipina dan dolar Taiwan memimpin takhta penguatan terhadap dolar AS dengan kenaikan sebesar 0,50 persen.

Rupiah menyusul tepat di posisi kedua terkuat Asia Tenggara, di atas baht Thailand yang menguat 0,19 persen, ringgit Malaysia yang terangkat 0,05 persen, serta dolar Hong Kong dengan kenaikan tipis 0,03 persen.

Sebaliknya, tekanan hebat justru dialami oleh beberapa mata uang utama kawasan Asia lainnya. Yen Jepang tercatat menjadi mata uang dengan kinerja paling merosot setelah anjlok 0,50 persen, disusul won Korea Selatan yang ikut tergerus sebesar 0,49 persen di hadapan dolar AS.

Load More