- TMPO melonjak 34,51% dan terkunci ARA di Rp152.
- Pasar berspekulasi ada sentimen demo pada Agustus.
- Belum ada keterbukaan informasi material dari perseroan.
Suara.com - Saham PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) mendadak menjadi sorotan pelaku pasar pada perdagangan Senin (3/8). Emiten media tersebut melesat 34,51% hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) di level Rp152 per saham, memicu spekulasi investor mengenai adanya sentimen yang tengah direspons pasar.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TMPO dibuka di level Rp115 per saham sebelum terus menguat hingga menyentuh harga tertinggi Rp152. Kenaikan tersebut sekaligus membuat saham TMPO terkunci di level ARA.
Lonjakan tersebut terjadi di tengah munculnya spekulasi pasar mengenai potensi meningkatnya aktivitas demonstrasi pada Agustus. Sebagai perusahaan media, Tempo dinilai berpotensi memperoleh peningkatan perhatian publik ketika intensitas pemberitaan mengenai isu politik, sosial, maupun kebijakan pemerintah meningkat.
Meski demikian, hingga perdagangan berlangsung belum terdapat informasi material maupun keterbukaan informasi dari perseroan yang secara langsung menjelaskan penyebab kenaikan tajam harga saham tersebut. Dengan demikian, penguatan TMPO masih lebih banyak dipandang sebagai respons pasar terhadap sentimen dan ekspektasi investor.
Sebagai informasi, berdasarkan ketentuan Bursa Efek Indonesia, saham dengan harga Rp50 hingga Rp200 per lembar memiliki batas kenaikan harian maksimal sebesar 35%. Ketika harga telah mencapai batas tersebut, sistem perdagangan otomatis menolak antrean beli di atas harga maksimum atau dikenal sebagai Auto Reject Atas (ARA).
Fenomena saham yang menyentuh ARA umumnya ditandai dengan minimnya antrean jual karena saham yang tersedia telah diserap investor di harga tertinggi yang diizinkan bursa. Kondisi tersebut mencerminkan tingginya minat beli dalam jangka pendek, meski belum tentu mencerminkan perubahan fundamental perusahaan.
Secara fundamental, TMPO memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp160,87 miliar dengan rasio price to earnings (P/E) sebesar 65,36 kali. Dalam satu tahun terakhir, saham ini sempat diperdagangkan pada level tertinggi Rp272 dan terendah Rp80 per saham.
Pelaku pasar mengingatkan investor untuk tetap mencermati faktor fundamental dan keterbukaan informasi emiten sebelum mengambil keputusan investasi. Pasalnya, pergerakan saham yang dipicu sentimen jangka pendek umumnya memiliki volatilitas tinggi dan berpotensi mengalami perubahan arah secara cepat apabila ekspektasi pasar tidak terealisasi.
Baca Juga: IHSG Sesi I Hari Ini Terkonsolidasi Tipis, Ini Saham-saham Paling Banyak Diborong
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Skema Pagar Dedie Rachim Bikin Waswas, Warga RE Martadinata Minta JPO Dulu Sebelum Ditutup
-
Pipa PAM JAYA Bocor di Antasari, Ganggu Suplai Air 18 Kelurahan di Jakarta Selatan
-
Awas Boncos! Ini 8 Biaya Tersembunyi Pesta Pernikahan yang Sering Luput dari Anggaran
-
Perbedaan ASICS Novablast 6 vs Novablast 5: Apakah Perlu Upgrade?
-
Pertamax Cuma Turun Rp300 Per-Liter, Pengendara Mengeluh: Kurang Berasa, Kemarin Naiknya Gede
-
Bau Anyir Putusan MK soal MBG, Diduga Ulur Waktu agar SPPG Balik Modal
-
Iran Klaim Tidak Ada Mediator Baru Dalam Perundingan Damai dengan AS, Tetap Pakistan
-
Psywar Media Vietnam: Timnas Indonesia yang Suka Main Kasar Bukan Kami
-
Geledah Jakarta Sampai Pemalang, KPK Sita Mobil-Motor Mewah Hingga Emas
-
Peringatan Keras Jusuf Kalla untuk Ekonomi RI : Sentil Kebijakan, Utang hingga Perubahan Iklim