- Rupiah menguat ke Rp17.997 per dolar AS.
- Dolar melemah dipicu harapan damai AS-Iran.
- Pasar menanti data PDB RI, rupiah diprediksi konsolidasi.
Suara.com - Rupiah berhasil menutup perdagangan awal pekan di zona hijau. Mata uang Garuda menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring melemahnya mata uang Negeri Paman Sam di tengah meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah.
Berdasarkan data Bloomberg, Senin (3/8/2026), rupiah ditutup di level Rp17.997 per dolar AS, menguat 25 poin atau 0,14% dibandingkan penutupan pekan lalu di Rp18.055 per dolar AS. Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak stabil di jalur penguatan sejak sesi pagi hingga penutupan pasar.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah terutama ditopang oleh pelemahan dolar AS di pasar global. Sentimen tersebut dipicu oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang disebut Presiden AS Donald Trump akan berlangsung pada Senin waktu setempat.
"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS umumnya didukung oleh pelemahan dolar sendiri. Selain itu investor menantikan data indeks manufaktur AS malam ini, ditambah mengantisipasi perundingan damai AS-Iran yang menurut Trump akan berlangsung Senin hari ini," ujar Lukman.
Meski demikian, ia menilai ruang penguatan rupiah berpotensi terbatas pada perdagangan berikutnya. Pelaku pasar diperkirakan akan cenderung berhati-hati menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dijadwalkan pada Rabu.
Menurut Lukman, indikator ekonomi domestik masih memberikan sinyal yang beragam. Di satu sisi, inflasi yang semakin terkendali menjadi sentimen positif bagi nilai tukar rupiah. Namun di sisi lain, kembalinya neraca perdagangan ke zona defisit masih menjadi faktor yang membebani pergerakan mata uang domestik.
"Dari sisi domestik, rilis data ekonomi memberikan gambaran beragam. Inflasi yang menurun turut mendukung rupiah, namun neraca perdagangan yang kembali mengalami defisit menekan rupiah. Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi menjelang rilis data PDB Indonesia hari Rabu," jelasnya.
Tak hanya rupiah, mayoritas mata uang Asia juga bergerak menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan memimpin penguatan dengan kenaikan 0,75%, diikuti peso Filipina yang menguat 0,54%, baht Thailand 0,28%, dolar Singapura 0,06%, rupee India 0,05%, serta dolar Hong Kong 0,005%. Sementara itu, yen Jepang tercatat melemah 0,43% terhadap dolar AS.
Baca Juga: BPS Ungkap Fakta Pahit: Petani RI Kini Kehilangan Daya Tawar
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
-
Ledakan Dekat Hotel yang Bikin Pemain Vietnam Tak Bisa Tidur Pulas Bukan Ulah Suporter Indonesia
-
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI
-
Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Pakuwon Mall Jogja Tepis Isu demi Keamanan
-
Menkomdigi Tegaskan Konten Eben Martono di Ajang GIIAS Langgar UU PDP, Bisa Dipidana
-
5 Lip Tint Tahan Lama Lebih dari 8 Jam, Bibir Lembap Seharian
-
Putusan MK soal MBG Sarat Kompromi Politik, Bukan Murni Pertimbangan Hukum
-
Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan
-
GPFE 2026: Perkuat Kolaborasi Pengadaan, Dorong TKDN, dan Dukung Program Prioritas Nasional
-
DPR Soroti Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Jangan Ada Toleransi untuk Kapal Tak Laik