- Robert Budi Hartono resmi menjadi pemegang saham pengendali terakhir BCA pada 3 Agustus 2026.
- Perubahan status pengendali tersebut terjadi akibat wafatnya Bambang Hartono selaku pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan.
- Manajemen BCA memastikan perubahan pengendali terakhir ini tidak berdampak material terhadap operasional maupun keuangan perusahaan.
Suara.com - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumumkan adanya perubahan pemegang saham pengendali terakhir (PSPT) perseroan menyusul meninggalnya Bambang Hartono.
Mengutip keterbukaan informasi, Senin (3/8/2026), Robert Budi Hartono kini resmi menjadi Pemegang Saham Pengendali Terakhir BCA.
Manajemen BCA menjelaskan perubahan tersebut terjadi setelah meninggalnya Bambang Hartono yang merupakan pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan (DIA), sekaligus Pemegang Saham Pengendali Terakhir perseroan.
Manajemen menjelaskan, kepemilikan saham Robert Budi Hartono di PT DIA tetap sebesar 51 persen. Namun, dengan perubahan tersebut, status Pemegang Saham Pengendali Terakhir Perseroan kini beralih kepada Robert Budi Hartono.
Perseroan juga mengungkapkan bahwa pada 30 Juli 2026 telah menerima surat dari OJK yang pada pokoknya menginformasikan perubahan struktur kepemilikan akhir PT Bank Central Asia Tbk telah dicatat dalam administrasi pengawasan OJK.
Surat tersebut menegaskan Robert Budi Hartono sebagai Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) BCA.
Meski terjadi perubahan pengendali terakhir, manajemen BCA memastikan kondisi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja perusahaan.
Dalam keterbukaan informasi itu disebutkan, perubahan tersebut tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi dan kinerja keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan.
Setelah adanya perubahan kepemilikan saham tersebut, berikut daftar kepemilikan saham BBCA
Baca Juga: Profil dan Gurita Bisnis Robert Budi Hartono yang Resmi Jadi Pengendali Tunggal BCA
- PT Dwimuria Innvestama Andalan: 54,95 Persen
- Masyarakat Non Warkat: 42,12 persen
- Anthoni Salim: 1,15 persen
- Tricipta Mandhala Gumilang: 1,07 persen
- Caturguwiratna Sumipala: 1,02 persen
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat di Triwulan II 2026
-
Wanita Tewas Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Ternyata Mantan Istri Polisi, Apa Motifnya?
-
Kerja Keras Tahan Rupiah Melemah, Gimana Kondisi Cadangan Devisa
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Strategis dalam TPKAD Award 2026 Lewat Program Sultan Muda
-
Digelar Selasa Depan, Ini Susunan Hakim Sidang Eks Menag Yaqut
-
Robert Budi Hartono Jadi Pengendali Baru, Ini Daftar Pemegang Saham BCA
-
BRIN Minta Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar Diterapkan Bertahap
-
Ratusan Pedagang STC Demo HGB Ruko, Wali Kota Pekanbaru Angkat Bicara
-
Haraku Ramen Buka Gerai Pertama di Jogja, Cita Rasanya Dipuji Bupati Sleman: Cocok di Lidah!
-
Karyawan Koperasi di Tangerang Disekap-Ditelanjangi Bos, Disuruh Berbuat Tak Senonoh