- Perum Bulog memastikan beras dan minyak goreng untuk Program Makan Bergizi Gratis menggunakan kualitas premium tanpa subsidi.
- Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan hal tersebut di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026.
- Kebijakan pangan sejak 2025 hingga 2026 menciptakan perputaran ekonomi lebih dari seratus triliun rupiah serta menaikkan harga gabah petani.
Suara.com - Perum Bulog memastikan beras yang disalurkan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berasal dari stok beras subsidi. Badan usaha milik negara (BUMN) pangan itu menegaskan komoditas yang dipasok untuk program tersebut merupakan beras premium.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan tidak ada beras subsidi yang dialokasikan untuk mendukung program MBG. Hal serupa juga berlaku untuk minyak goreng yang disalurkan Bulog.
"Tidak ada. Beras yang kami berikan untuk MBG adalah beras premium. Jadi tidak ada beras subsidi yang diberikan ke MBG. Termasuk minyak, kami juga memberikan produk premium," kata Rizal di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Rizal menyampaikan, penyaluran pangan premium untuk MBG merupakan bagian dari penugasan Bulog dalam menjalankan penugasan pemerintah sekaligus menjaga kualitas bahan pangan yang diterima para penerima manfaat.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menilai, kebijakan pemerintah di sektor pangan selama sekitar satu setengah tahun terakhir telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Menurutnya, sejak kebijakan Presiden mulai diterapkan pada 2025, perputaran ekonomi yang tercipta dari sektor hulu hingga hilir telah melampaui Rp100 triliun.
"Bulog sudah memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Republik Indonesia. Dalam satu setengah tahun, sejak kebijakan Presiden mulai berjalan pada 2025 sampai 2026, perputaran ekonominya dari hulu ke hilir sudah lebih dari Rp100 triliun," ujarnya.
Ia menjelaskan, manfaat kebijakan tersebut dirasakan langsung oleh petani melalui kenaikan harga gabah. Jika sebelumnya harga gabah berada di kisaran Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram, kini meningkat menjadi sekitar Rp6.500 per kilogram.
Baca Juga: Dua Kabar Baik untuk Bulog: Margin Fee Naik dan Bunga Kredit Turun, Laba Diproyeksi Rp1,14 Triliun
Berita Terkait
-
BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi
-
5 Syarat dan Cara Dapat Subsidi Mobil Listrik dari Pemerintah
-
Disumbang Pemerintah, Laba Bersih Pupuk Indonesia Meroket 250,3% di Semester I-2026
-
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Dorong Penggilingan Padi Jaga Mutu Beras
-
Istana Tanggapi Putusan MK soal Anggaran MBG Harus Dipisah dari Pendidikan
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Timnas Indonesia Digilas Vietnam, Erick Thohir Singgung Masa Depan John Herdman
-
PAM JAYA Ungkap Penyebab Kebocoran Pipa Antasari, Jaringan Air Berusia 46 Tahun Jadi Pemicu
-
Bulog Pastikan MBG Gunakan Beras Premium, Bukan Beras Subsidi
-
Malaysia Merasa Aneh, Kenapa Pilot Mohd Saufi bin Othman Lolos di Bandara KL Padahal Bawa Ekstasi
-
Demi Selamatkan Nyawa Sang Ibu, Pengusaha Bawean Rogoh Kocek Ratusan Juta untuk Sewa Pesawat
-
Bejat! Ayah di Sukabumi Diduga Cabuli Anak Kandung Sejak SD, Polisi Tetapkan Tersangka
-
Resmi! Malut United Hijrah ke Semarang, Berganti Nama Jadi Java United FC
-
Purbaya Tunggu Restu Prabowo soal Nasib Sisa Anggaran DBH Rp 70 T ke Pemda
-
HUT Ke-23, PPAD Gelar Ziarah Serentak: Titip Pesan Integritas bagi Prajurit Aktif TNI AD
-
Skenario Pahit yang Bisa Sebabkan Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026