- PLTA Panglima Besar Soedirman berkapasitas 180 MW memanfaatkan energi air untuk mendukung pasokan listrik bersih nasional.
- Pembangkit ini memiliki teknologi black start untuk beroperasi secara mandiri tanpa jaringan saat terjadi pemadaman total.
- Kemampuan black start tersebut berperan penting dalam memulihkan keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali pascagangguan berskala besar.
Suara.com - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) tidak hanya sumber listrik untuk masyarakat sekitar. Tetapi, juga sebagai cadangan sumber listrik jika terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba atau blackout.
Pasalnya, PLTA memiliki Kemampuan black start yang merupakan teknologi penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional. Teknologi ini memungkinkan pembangkit kembali beroperasi secara mandiri tanpa bergantung pada pasokan listrik dari jaringan ketika terjadi blackout.
Salah satu pembangkit yang memiliki kemampuan tersebut adalah PLTA Panglima Besar Soedirman yang dikelola PLN Indonesia Power.
Berkapasitas terpasang 180 megawatt (MW), pembangkit yang memanfaatkan potensi energi air dari Bendungan Mrica ini tidak hanya memasok listrik ramah lingkungan, tetapi juga berperan penting dalam proses pemulihan sistem kelistrikan apabila terjadi gangguan berskala besar.
Lewat teknologi ini untuk menyalakan sistem kelistrikan secara mandiri tanpa harus memperoleh pasokan listrik lebih dulu dari jaringan. Dengan kemampuan tersebut, pembangkit dapat menyediakan sumber tegangan awal untuk membantu memulihkan jaringan dan menghidupkan kembali pembangkit lain secara bertahap setelah terjadi gangguan sistem.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica, Wasis Jati Waskitho, menambahkan kemampuan black start menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali, terutama ketika dibutuhkan pemulihan sistem setelah terjadi gangguan.
"PLTA Panglima Besar Soedirman memanfaatkan potensi energi air sebagai sumber energi baru terbarukan yang mendukung upaya pencapaian Net Zero Emission 2060. Selain itu, kemampuan black start yang dimiliki pembangkit ini menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan Jawa–Bali, khususnya saat diperlukan pemulihan sistem pascagangguan," ujar Wasis sepert dikutip, Rabu (5/8/2026).
Ia mengatakan pengelolaan Bendungan Mrica beserta operasional pembangkit terus dioptimalkan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
"Kami terus menjaga keandalan operasional pembangkit serta mengoptimalkan pemanfaatan energi air sebagai sumber energi bersih. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya PLN Indonesia Power UBP Mrica dalam menghadirkan pasokan listrik yang andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan bagi masyarakat," pungkasnya.