Jelang Rebalancing MSCI, Hindari Saham-saham Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:18 WIB
Jelang Rebalancing MSCI investor jangan gegabah investasi di saham-saham HSC. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Morgan Stanley Capital Index akan mengumumkan rebalancing indeks saham global pada tanggal 13 Agustus 2026.
  • Azharys Hardian dari KISI menyatakan saham FILM dan CPIN berisiko mengalami penurunan kasta ke Small Cap Index.
  • Risiko penghapusan indeks mengintai saham berstatus High Shareholder Concentration sehingga investor diminta waspada dan tidak gegabah.

Suara.com - Morgan Stanley Capital Index (MSCI) akan kembali mengeluarkan penyesuaian atau rebalancing indeks. Para investor pun diminta jangan gegabah jelang Rebalancing MSCI yang akan keluar pada 12 Agustus 2026 atau 13 Agustus 2026 dini hari waktu Indonesia.

Investment Specialist KISI, Azharys Hardian mengatakan, periode rebalancing kali ini diproyeksikan tidak akan menghadirkan penghuni baru (no additions). Fokus pasar justru akan tertuju pada potensi saham yang mengalami penurunan kasta (downgrade) maupun dikeluarkan (deletion) dari indeks.

"Sebagai strategi, investor sebaiknya menghindari dulu saham MSCI Small Cap yang masuk kategori HSC, sembari menunggu apakah ada catatan penting dari MSCI yang memberikan pandangan mengenai transformasi pasar modal Indonesia ke depan," ujar Azharys kepada Suara.com, seperti dikutip, Selasa (11/8/2026).

Menurut dia, risiko penghapusan dari indeks MSCI mengintai saham-saham yang terindikasi memiliki High Shareholder Concentration (HSC). Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi baik saham yang masuk dalam konstituen Global Standard maupun Small Cap Index.

Morgan Stanley Capital International (MSCI)

Dengan demikian, investor perlu memperhatikan struktur kepemilikan saham selain faktor fundamental dan pergerakan harga menjelang rebalancing.

FILM dan CPIN Rawan Turun Kasta

Selain potensi penghapusan, investor juga perlu mencermati saham yang berisiko mengalami downgrade dari indeks Global Standard menuju Small Cap Index. Penurunan kasta tersebut dapat terjadi akibat penyusutan kapitalisasi pasar dan likuiditas harian emiten.

Azharys menyebut FILM dan CPIN sebagai dua emiten yang dinilai paling rawan mengalami rotasi kelas pada periode rebalancing kali ini.

Kondisi tersebut membuat pergerakan saham-saham yang berpotensi mengalami perubahan klasifikasi perlu dicermati investor. Terlebih, perubahan konstituen indeks MSCI dapat memengaruhi aliran dana dari investor yang menggunakan indeks sebagai acuan investasi.

Dalam kondisi pasar Indonesia yang masih berada dalam status freeze, investor disarankan tidak terburu-buru mengambil posisi pada saham-saham Small Cap yang memiliki risiko HSC.

Untu diketahui, terdapat 11 indeks saham global yang telah dilakukan rebalancing oleh MSCI. Adapun indeks saham itu diantaranya:

  1. MSCI Global Standard Indexes
  2. MSCI Global Small Cap Indexes
  3. MSCI Micro Cap Indexes
  4. MSCI Global Value and Growth Indexes
  5. MSCI Frontier Markets Indexes
  6. MSCI Frontier Markets Small Cap Indexes
  7. MSCI Frontier Emerging Markets Indexes
  8. MSCI US Equity Indexes
  9. MSCI US REIT Index
  10. MSCI China A Onshore Indexes
  11. MSCI China All Shares Indexes

Dalam indeks tersebut memuat saham-saham yang bisa direkomendasikan oleh para investor asing maupun dalam negeri untuk berinvestasi di pasar modal.

Indonesia sendiri masuk dalam kategori emerging market atau pasar negara berkembang. Selain itu, beberapa saham-saham yang listing di Indonesia juga masih masuk dalam jajaran index MSCI.

Meski diumumkan pada tanggal 13 Agustus, tapi pengumuman itu akan berlaku setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com