- IHSG diproyeksikan menguji area resistance 6.300 setelah sebelumnya ditutup melemah signifikan akibat aksi jual bersih asing.
- Bursa Wall Street dan saham teknologi tertekan akibat memudarnya harapan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
- Konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global dan menjaga harga minyak mentah tetap tinggi.
Sementara itu, saham perusahaan pakaian olahraga On anjlok 20,3% akibat capaian penjualan di bawah ekspektasi pasar, serta saham perusahaan LNG Venture Global yang turun 7,3% usai pendapatan kuartal II meleset tipis dari perkiraan.
Atmosfer ketidakpastian ini merembet ke kawasan regional Asia, di mana pergerakan bursa cenderung terbatas seiring kewaspadaan investor terhadap dinamika inflasi global.
Presiden AS Donald Trump baru-baru ini merespons persyaratan damai Iran dengan mengajukan tuntutan ganti rugi atas korban tewas dalam konflik. Kendati demikian, bursa saham Korea Selatan berhasil menguat berkat lonjakan saham produsen cip Samsung Electronics sebesar lebih dari 4%, yang mendorong indeks KOSPI naik 0,73% dan KOSDAQ menguat 0,39%.
Di Australia, indeks ASX 200 bertambah 0,19% setelah bank sentral Reserve Bank of Australia (RBA) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,35%.
Disclaimer: Artikel ini memuat informasi mengenai pasar keuangan dan estimasi pergerakan instrumen investasi dari analis publik. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing pembaca. Artikel ini murni bertujuan sebagai diseminasi informasi berita.