- Menko Pangan Zulkifli Hasan pernah menerima dana 50 juta Dolar AS dari George Soros untuk program lingkungan.
- Bantuan yang diserahkan di Jakarta tersebut bertujuan menalangi pendanaan Norwegia yang terkendala masalah birokrasi dan administrasi.
- Anggaran tersebut tidak pernah terpakai hingga masa jabatan berakhir karena regulasi persyaratan yang sangat rumit.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengakui kalau dirinya pernah diberikan uang senilai 50 juta Dolar AS (sekitar Rp 893 miliar, kurs Rp 17.876) dari George Soros yang merupakan investor sekaligus tokoh keuangan dunia.
Hal ini terjadi ketika Zulhas masih menjabat sebagai Menteri Kehutanan (Menhut). Ia menyebut George Soros pernah datang langsung ke kantornya membawakan dana tersebut untuk program pengelolaan lingkungan dan REDD+.
Ia bercerita, Soros yang saat itu bertindak sebagai Utusan Khusus PBB untuk Pembiayaan Perubahan Iklim, berniat menalangi skema pendanaan dari Norwegia yang terhambat proses administrasi.
"Pertama kali saya terima uang kerja sama dengan Norway (Norwegia) uangnya ada cuma persyaratannya rumit, akhirnya ditalangi George Soros," kenang Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup Kementerian Keuangan (BPDLH Kemenkeu), Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Meski dana dari George Soros itu sudah ditaruh dan siap dipergunakan, Zulhas menyebut anggaran puluhan juta dolar AS tersebut justru tidak terpakai sama sekali hingga masa jabatannya berakhir.
"George Soros yang datang ke kantor saya taruh uang 50 juta (Dolar AS). Tapi sampai saya berakhir sebagai Menteri Kehutanan, saya enggak bisa pakai karena syaratnya rumit," tambah Zulhas.
Pengalaman masa lalu Zulhas dengan Soros itu sengaja diungkit untuk menggambarkan betapa rumitnya birokrasi dan persyaratan pendanaan lingkungan hidup di Indonesia selama ini.
Akibat regulasi yang berbelit-belit, kerja sama internasional sering kali berjalan lambat dan hanya menyerap anggaran untuk seminar atau kegiatan seremonial tanpa memberi dampak langsung ke masyarakat.
"Jangan gara-gara ini cari alasan terus jadi sulit. Sulitnya sampai hampir enggak bisa jalan. Akhirnya uang kita habis rapat-rapat aja," tegas Menko Pangan.