- Inklusi keuangan 80,51%, tetapi literasi baru 66,46%.
- Literasi anak muda tertinggal meski inklusi mencapai 89,96%.
- Trader wajib memahami risiko sebelum mengambil keputusan transaksi.
Menurut Agung, kerangka pengawasan tersebut perlu diterjemahkan ke dalam praktik di tingkat perusahaan. Sebab, pialang merupakan pihak yang berhadapan langsung dengan nasabah ketika dokumen risiko dijelaskan, transaksi dilakukan, maupun ketika nasabah membutuhkan informasi.
Karena itu, Finex mengedepankan penyampaian risiko sejak awal transaksi, transparansi kondisi perdagangan dan edukasi kepada nasabah.
Edukasi tersebut dilakukan secara rutin, termasuk melalui program literasi bersama Bursa Berjangka Jakarta di sejumlah daerah.
Pada Januari-Maret 2026, Bappebti melakukan penilaian berkala terhadap sekitar 67 perusahaan pialang berjangka aktif. Dari perusahaan yang dinilai, tujuh pialang memperoleh peringkat tertinggi, termasuk Finex.
Agung juga mengatakan Finex mencatat volume transaksi tertinggi di Bursa Berjangka Jakarta dalam beberapa bulan terakhir.
"Volume mengikuti kepercayaan, bukan sebaliknya. Layanan, edukasi, dan transparansi adalah arah yang sama yang sedang didorong Bappebti, OJK, dan Bank Indonesia dalam perlindungan konsumen. Tugas kami memastikan itu benar-benar sampai ke trader," katanya.
Meski demikian, Agung menegaskan edukasi dan perlindungan konsumen bukan berarti menghilangkan risiko perdagangan berjangka.
Aktivitas trading tetap memiliki potensi kerugian. Karena itu, kemampuan memahami risiko menjadi salah satu bekal utama sebelum masyarakat mengambil keputusan finansial.