- Reza Aulia Hakim diberhentikan sementara sebagai Direktur Niaga GIAA mulai 14 Agustus 2026.
- Reza berpengalaman di Garuda sejak 2016 dan baru menjadi Direktur Niaga pada 2025.
- Garuda menjamin operasional normal dan siapkan pelaksana tugas Direktur Niaga.
Untuk mengisi kekosongan posisi tersebut, Dewan Komisaris Garuda Indonesia akan menunjuk salah satu anggota direksi lainnya sebagai pelaksana tugas Direktur Niaga.
“Adapun lebih lanjut Dewan Komisaris akan menetapkan pelaksana tugas Direktur Niaga sesuai dengan ketentuan internal yang berlaku di Perseroan,” kata Andreas.
Garuda Indonesia juga telah menyampaikan keputusan tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai informasi atau fakta material.
Laporan tersebut tertanggal 12 Agustus 2026 dengan nomor GARUDA/JKTDS/E/20106/2026.
Keputusan mendadak ini menambah sorotan terhadap Garuda Indonesia yang masih berupaya memperkuat kinerja bisnis dan keuangannya. Sebelumnya, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada awal 2026, sementara kerugian mulai menyusut.
Namun, di tengah upaya pemulihan tersebut, perubahan di jajaran direksi—terutama pada posisi yang berkaitan langsung dengan bisnis komersial—berpotensi menjadi perhatian investor.
Garuda sendiri menegaskan aktivitas operasional tetap berjalan normal. Meski begitu, pasar kini akan mencermati siapa yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas Direktur Niaga dan bagaimana perubahan tersebut akan memengaruhi strategi komersial maskapai ke depan.