49.000 Rumah Murah Milik BUMN Diobral, Bunganya Hanya 2,75%

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 13:36 WIB
Danantara menyediakan 49.000 rumah murah di Danantara Housing Expo. [Suara.com/Achmad Fauzi].
  • Danantara Indonesia menawarkan 49.000 rumah tidak laku milik BUMN untuk masyarakat berpenghasilan rendah di berbagai wilayah.
  • Danantara Housing Expo 2026 diselenggarakan pada 27 hingga 30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition, PIK.
  • Pameran tersebut menawarkan skema pembiayaan menarik berupa suku bunga mulai 2,75 persen dan tenor hingga 30 tahun.

Suara.com - Danantara Indonesia mulai mengobral rumah milik BUMN yang tidak laku. Setidaknya ada 49.000 rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam pameran Danantara Housing Expo.

Senior Director Sector Specialist Property & Real Estate Danantara Asset Management, Dian Takdir Badrsyah, menjelaskan, MBR itu tersebar di Pulau Jawa dan di Luar Jawa.

"Untuk lokasi-lokasi hunian yang kita berikan itu memang majority ada di Pulau Jawa dan sebagian ada di Kalimantan di Balikpapan ada juga di Sumatera Utara dan ada beberapa lokasi lain," ujarnya di dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Dian menjelaskan, masyarakarat akan bisa melihat desain hingga fasilitas rumah murah yang dijual di Danantara Housing Expo. Sehingga, masyarakat bisa melihat gambaran rumah murah yang akan dibeli.

Foto udara kawasan perumahan di Bagan Pete, Jambi, Minggu (14/6/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/kye]

"Jadi di ekspo ini kami membuat contoh-contoh unit itu 1 banding 1 baik untuk yang MBR, FLPP dan juga ada rusun yang untuk MBR dan juga nanti ada rumah 1 banding 1 di luar dari yang kelasnya MBR. Mungkin sangat menarik untuk dilihat jadi semua customer bisa merasakan feels-nya kayak apa," ucapnya.

Danantara Housing Expo 2026 yang akan berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK.

Masyarakat dapat mengakses skema pembiayaan dengan suku bunga mulai dari 2,75 persen, uang muka mulai dari 1 persen, serta tenor hingga 30 tahun, untuk berbagai pilihan hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

Setidaknya, 100 ribu unit hunian di berbagai wilayah Indonesia bersumber lebih dari 100 developer, tersedia produk rumah tapak hingga apartemen baik untuk segmen MBR maupun non-MBR.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com