Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:26 WIB
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program dengan dukungan anggaran terbesar dalam APBN 2027. Penegasan itu tersaji dalam APBN 2027 yang telah disahkan di bawah Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto Kemenkeu.
BACA 10 DETIK
  • MBG 2027 mendapat Rp232,8 triliun untuk 72,4 juta penerima.
  • Subsidi energi dipangkas Rp11,44 triliun menjadi Rp261,5 triliun.
  • Belanja negara tembus Rp4.106,26 triliun dengan defisit 2,4% PDB.

Suara.com - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program dengan dukungan anggaran terbesar dalam APBN 2027. Di saat yang sama, anggaran subsidi energi justru dipangkas.

Kontras tersebut terlihat dalam APBN 2027 yang telah disahkan menjadi Undang-Undang oleh DPR pada 29 September 2026. Total belanja negara ditetapkan mencapai Rp4.106,26 triliun, dengan pendapatan negara Rp3.435,10 triliun dan pembiayaan anggaran Rp671,2 triliun.

Di bawah Menteri Keuangan Suahasil Nazara, pemerintah merancang APBN 2027 dengan defisit 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB). Pemerintah menyebut kebijakan fiskal tetap ekspansif, tetapi diarahkan untuk menjaga kredibilitas dan keberlanjutan fiskal.

Salah satu pos yang mencolok adalah anggaran Badan Gizi Nasional (BGN). Untuk 2027, BGN memperoleh alokasi Rp240,2 triliun.

Dari jumlah tersebut, Rp232,8 triliun dialokasikan untuk program pemenuhan gizi nasional yang menjadi basis pelaksanaan MBG. Sementara Rp7,32 triliun digunakan untuk dukungan manajemen BGN.

Anggaran program pemenuhan gizi nasional tersebut setara sekitar 5,7% dari total belanja negara APBN 2027.

Dari Rp232,8 triliun untuk pemenuhan gizi, sekitar Rp198,9 triliun dialokasikan untuk penyediaan dan penyaluran MBG bagi anak sekolah. Sementara Rp33,5 triliun dialokasikan untuk kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Targetnya tidak kecil. BGN menargetkan program tersebut menjangkau sekitar 72,4 juta penerima manfaat pada 2027, terdiri dari 60,5 juta anak sekolah dan 11,8 juta kelompok 3B.

Dengan demikian, MBG menjadi salah satu program yang menyerap anggaran sangat besar dalam APBN 2027, bahkan membuat BGN menjadi kementerian/lembaga dengan alokasi anggaran terbesar.

Di sisi lain, pemerintah dan DPR menyepakati anggaran subsidi energi 2027 sebesar Rp261,5 triliun.

Angka tersebut turun Rp11,44 triliun dibandingkan alokasi sebelumnya sebesar Rp272,94 triliun. Artinya, anggaran subsidi energi dipangkas sekitar 4,2%.

Pemangkasan terutama terjadi pada subsidi BBM dan LPG 3 kilogram.

Untuk subsidi BBM dan LPG 3 kg, anggaran ditetapkan sebesar Rp131,39 triliun, turun dari sebelumnya Rp143,84 triliun.

Sementara subsidi listrik tetap dipatok Rp130,11 triliun. Dengan demikian, total subsidi energi menjadi Rp261,5 triliun.

Jika dibandingkan langsung, anggaran subsidi energi memang masih lebih besar sekitar Rp28,7 triliun dibandingkan anggaran pemenuhan gizi nasional/MBG.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com