Saldo Simpeda Tembus Rp75 Triliun, BPD Siap Genjot Ekonomi Daerah Demi Target 6 Persen

Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:28 WIB
Foto sebagai ILUSTRASI: Kantor pusat PT BPD Kaltim-Kaltara di Samarinda. [Istimewa]
  • Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai enam persen pada tahun 2027 mendatang.
  • Otoritas Jasa Keuangan mencatat total aset Bank Pembangunan Daerah mencapai Rp1.036,51 triliun pada Maret 2026.
  • Asosiasi Bank Pembangunan Daerah mendorong peningkatan layanan digital dan perluasan pemanfaatan produk tabungan bersama Simpeda.

Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ruang bagi BPD untuk memperkuat penyaluran pembiayaan di daerah, terutama ketika pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada 2027.

Salah satu kekuatan Simpeda adalah keberadaannya sebagai produk bersama 27 BPD di seluruh Indonesia. Asbanda melihat jaringan tersebut sebagai pembeda yang perlu semakin diperkuat.

Masing-masing BPD memiliki pemahaman, kedekatan dan jaringan yang kuat di daerahnya. Ketika kekuatan tersebut semakin terkoneksi, Simpeda dinilai berpotensi berkembang menjadi salah satu jaringan perbankan ritel nasional berbasis kekuatan daerah.

"Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas: Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional. Kekuatan lokal 27 BPD jika semakin kita hubungkan akan menjadi kekuatan finansial nasional yang besar," ujar Agus.

Asbanda selanjutnya akan mendorong penguatan inovasi produk, pengalaman digital, ekosistem merchant dan pembayaran serta kualitas layanan. Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat, termasuk generasi muda.

Selain fungsi intermediasi, keberadaan BPD juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi daerah. Pelaksanaan Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu, misalnya, dihadiri sekitar 30 ribu masyarakat.

Kehadiran keluarga besar BPD dari berbagai wilayah Indonesia turut menciptakan aktivitas ekonomi bagi Bengkulu melalui sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, UMKM dan berbagai layanan lokal lainnya.

"BPD lahir dari daerah dan tumbuh bersama daerah. Karena itu, setiap aktivitas BPD sedapat mungkin harus menciptakan manfaat dan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah," katanya.

Agus juga menegaskan Undian Nasional Simpeda merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah. Namun, hubungan BPD dengan masyarakat harus dibangun lebih jauh melalui kualitas layanan perbankan.

"Hadiah terbesar bagi nasabah bukan hanya undian. Hadiah terbesar yang harus diberikan BPD setiap hari adalah kepercayaan, keamanan, kemudahan dan pelayanan yang semakin baik," tegas Agus.

Dengan target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027, penguatan peran perbankan daerah menjadi salah satu bagian dari upaya memperbesar aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.

Besarnya aset BPD, dana pihak ketiga dan saldo Simpeda menjadi modal yang dapat mendukung fungsi tersebut, sepanjang mampu diikuti peningkatan intermediasi dan kualitas layanan.

"Dana tumbuh dari masyarakat, dikelola oleh BPD, dan kembali kepada masyarakat untuk membangun daerah. Itulah kekuatan Simpeda. Dari daerah kita tumbuh bersama masyarakat, dan dengan kekuatan 27 BPD kita terhubung untuk membangun Indonesia," pungkas Agus.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com