UMKM Desa Dibidik Naik Kelas dengan Energi CNG

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:13 WIB
Ilustrasi. Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menegaskan bahwa pengembangan CNG merupakan solusi konkret. Foto ist
  • PGN bidik 40 UMKM lewat Suadesa Festival 2026.
  • CNG Gaslink diperkenalkan untuk UMKM dan bisnis Horeka.
  • Festival ditargetkan menarik 1.200 pengunjung per hari.

Melalui Suadesa Festival, PGN memperkenalkan CNG Cylinder/Gaslink kepada UMKM dan sektor Horeka, khususnya pelaku usaha yang lokasinya belum terhubung dengan jaringan gas pipa.

“Dari sisi bisnis, kami melihat Suadesa Festival sebagai momentum untuk memperkenalkan solusi energi CNG kepada pelaku usaha yang memiliki kebutuhan energi, khususnya UMKM dan sektor Horeka,” kata Krisdyan.

PGN berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap CNG sekaligus membuka peluang penggunaan energi tersebut untuk mendukung kegiatan operasional bisnis.

Suadesa Festival 2026 ditargetkan mampu menarik sekitar 1.200 pengunjung setiap hari. Tidak hanya berasal dari Sleman dan Kota Yogyakarta, pengunjung juga diharapkan datang dari Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, hingga wilayah sekitar seperti Solo, Magelang, dan Muntilan.

Besarnya potensi kunjungan diharapkan memberikan efek berganda bagi perekonomian kawasan. Semakin banyak pengunjung, semakin besar pula peluang transaksi bagi pelaku UMKM dan usaha kuliner setempat.

Menariknya, kegiatan tersebut juga membawa misi sosial. Sebagian hasil penjualan UMKM dalam acara tersebut akan didonasikan untuk membantu korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Selain untuk menggerakkan ekonomi lokal, hasil dari penjualan UMKM di acara ini sebagian juga akan didonasikan untuk korban bencana di NTT. Kami ingin Suadesa Festival tidak hanya menjadi ruang untuk merayakan potensi masyarakat, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Krisdyan.

PGN menilai integrasi antara pemberdayaan masyarakat dan pengembangan bisnis dapat menciptakan shared value. Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan UMKM dan ekonomi lokal dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kawasan serta pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong terciptanya shared value. Masyarakat semakin mandiri dan berdaya, aktivitas ekonomi lokal tumbuh, kawasan semakin berkembang, dan pada saat yang sama pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh pelaku usaha,” tutup Krisdyan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com