Lifestyle / Female
Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:47 WIB
Womenpreneurship Business Bootcamp. (Dok. RupiahCepat)
Baca 10 detik
  • UMKM perempuan semakin berkembang dengan memanfaatkan kreativitas, teknologi, dan peluang pasar.
  • Kemampuan branding, pemasaran digital, dan pengelolaan bisnis menjadi kunci agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan.
  • Berbagai program pendampingan juga membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan memperluas peluang bisnis.

Suara.com - Menjalankan bisnis di tengah persaingan yang semakin dinamis membuat pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan produk yang menarik.

Kemampuan membangun merek, memanfaatkan pemasaran digital, mengelola usaha, hingga membaca peluang pasar menjadi bagian penting agar bisnis bisa terus berkembang.

Kondisi tersebut turut mendorong semakin banyak perempuan pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuan bisnis mereka. Hal ini terlihat dari antusiasme terhadap program Womenpreneurship Business Bootcamp yang digelar melalui inisiatif #GROWwithRupiahCepat.

Sejak pendaftaran dibuka pada 10 Agustus 2026, sebanyak 220 pelaku UMKM perempuan dari 24 provinsi telah mendaftarkan diri hingga 20 Agustus 2026. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, hingga Maluku.

Bidang usaha yang dijalankan pun beragam. Mulai dari kuliner dan fashion hingga kerajinan yang memanfaatkan sampah plastik menjadi produk bernilai tambah. Keragaman tersebut menunjukkan bagaimana perempuan mengembangkan bisnis dari berbagai potensi yang ada di sekitar mereka.

Melalui Womenpreneurship Business Bootcamp, peserta terpilih nantinya tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai pengelolaan usaha, tetapi juga belajar mengembangkan identitas merek, pemasaran digital, pengembangan produk, perencanaan bisnis, hingga strategi untuk memperluas usaha.

Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat), Anna Maria Chosani, mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya kebutuhan pelaku UMKM perempuan untuk mendapatkan pengetahuan dan pendampingan dalam mengembangkan bisnis.

“Kami sangat senang dengan antusiasme para pelaku UMKM perempuan dan berharap program ini bisa memberikan manfaat dan menjadi jawaban bagi pengembangan kapasitas dan eksistensi pelaku UMKM kita,” ujarnya.

Program ini juga memberikan ruang bagi pelaku usaha yang tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi memiliki perhatian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Baca Juga: Dalam Momentum Hari Kemerdekaan, Emergent Resmi Luncurkan Kampanye Building Indonesia

Salah satunya adalah usaha yang menghasilkan produk ramah lingkungan maupun bisnis yang turut menjaga tradisi dan kearifan lokal.

Setelah pendaftaran ditutup pada 22 Agustus 2026, sekitar 15–20 pelaku UMKM perempuan akan dipilih untuk mengikuti program yang berlangsung pada 5 September hingga 3 Oktober 2026.

Selama program, peserta akan mengikuti pelatihan dan konsultasi bersama mentor serta praktisi di bidang pengembangan bisnis, pemasaran digital, branding, business scaling, dan penguatan operasional UMKM. Salah satu praktisi yang terlibat tercatat telah mendampingi lebih dari 2.000 UMKM sejak 2010.

Bagi para peserta, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk melihat bisnis dari perspektif yang lebih luas. Tidak hanya soal bagaimana menjual produk, tetapi juga bagaimana membangun karakter merek, menjangkau konsumen melalui kanal digital, serta menyiapkan bisnis agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Menariknya, program ini juga memberikan apresiasi bagi peserta dengan rencana bisnis terbaik. Sebanyak 7–10 peserta akan mendapatkan dukungan modal usaha dengan total nilai hingga Rp30 juta. Dua peserta terbaik juga berkesempatan menampilkan produknya dalam sebuah pameran untuk memperluas eksposur dan membuka peluang pasar baru.

Anna mengatakan Womenpreneurship Business Bootcamp diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk membantu lebih banyak UMKM perempuan berkembang.

“Kami ingin Womenpreneurship Business Bootcamp menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong semakin banyak UMKM perempuan yang mampu berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

Load More