- Pos Properti memanfaatkan aset properti Pos Indonesia di kawasan Ring 1 Jakarta sebagai lokasi SPKLU.
- Tujuannya bukan hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga membuat aset lebih produktif dan adaptif.
- Fasilitas ini memiliki 6 Ultra Fast Charger DC berkapasitas 120 kW.
Suara.com - PT Pos Properti Indonesia (Pospro) mulai mengoptimalkan aset yang dimilikinya untuk menciptakan nilai ekonomi baru. Salah satunya dengan memanfaatkan kawasan properti milik Pos Indonesia sebagai lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Langkah tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Pos Indonesia (Persero), PT Niscala Energi Indonesia melalui merek iGreen+, serta PT PLN (Persero).
Fasilitas SPKLU tersebut berada di Kantor Pusat Pos Indonesia, Jakarta, yang merupakan kawasan strategis Ring 1. SPKLU ini diresmikan pada 12 Agustus 2026.
Chief Commercial Officer PT Pos Properti Indonesia Aldhita Prayudhiputra mengatakan pemanfaatan aset perusahaan tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
"Keberadaan EV Charging Station ini menunjukkan bahwa optimalisasi aset properti dapat berjalan seiring dengan upaya mendukung transportasi yang lebih hijau dan berkelanjutan," ujar Aldhita seperti dikutip, Selasa (25/8/2026).
Melalui skema tersebut, aset properti yang sebelumnya berfungsi sebagai bagian dari kegiatan operasional Pos Indonesia kini turut dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan infrastruktur kendaraan listrik.
Pos Indonesia menyediakan lokasi strategis untuk fasilitas tersebut, sementara PLN mendukung keandalan pasokan listrik. Adapun iGreen+ menjadi bagian dari pengembangan fasilitas pengisian kendaraan listrik.
SPKLU di Kantor Pusat Pos Indonesia dilengkapi enam unit pengisi daya cepat atau Ultra Fast Charger DC dengan kapasitas 120 kilowatt (kW) dan konektor standar CCS2.
Dari sisi pemanfaatan aset, fasilitas tersebut juga menunjukkan adanya permintaan terhadap infrastruktur pengisian kendaraan listrik. Sejak mulai beroperasi secara terbatas pada pertengahan Juli 2026, SPKLU tersebut telah melayani lebih dari 200 pengguna per hari.
Dalam satu bulan, jumlah pelanggan yang menggunakan fasilitas tersebut tercatat telah melampaui 2.000 pengguna.
Aldhita mengatakan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar aset perusahaan tetap produktif sekaligus mampu mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat.
"Melalui sinergi bersama Pos Indonesia, iGreen+, PLN, dan seluruh mitra, kami ingin menghadirkan aset yang semakin produktif, adaptif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tambah Aldhita.
PT Pos Properti Indonesia merupakan anak usaha PT Pos Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang properti. Perusahaan menjalankan sejumlah lini bisnis, mulai dari Building Operation, Commercial Leasing, Hospitality Business, Real Estate Development hingga Construction Service.
Pemanfaatan aset untuk SPKLU menjadi salah satu bentuk diversifikasi pemanfaatan properti agar aset perusahaan dapat memberikan nilai tambah sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, jaringan SPKLU iGreen+ juga terus diperluas. Saat ini iGreen+ memiliki 19 stasiun dengan 132 konektor pengisian daya yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Bali.
Perusahaan tengah menyiapkan lima stasiun tambahan. Dalam tahap pengembangan berikutnya, iGreen+ menargetkan pembangunan hingga 200 titik SPKLU di Indonesia.
Pos Properti berharap pemanfaatan aset untuk fasilitas pengisian kendaraan listrik dapat diperluas melalui kerja sama serupa. Selain meningkatkan produktivitas aset, langkah tersebut diharapkan ikut mendukung perluasan infrastruktur kendaraan listrik dan target Net Zero Emission Indonesia pada 2060.