Prabowo Minta Bahlil Hentikan Total Impor BBM dan LPG Secepatnya

Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:22 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa (25/8/2026). [Suara.com/Bagaskara]
  • Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penghentian total impor BBM dan LPG di Jembrana pada Selasa, 25 Agustus 2026.
  • Instruksi tersebut disampaikan saat peresmian program Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 100 Gigawatt-peak di Bali.
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan kesiapannya untuk segera melaksanakan perintah penghentian impor energi tersebut.

Suara.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menginstruksikan penghentian total impor BBM dan LPG secepatnya. 

Perintah itu disampaikan  saat meresmikan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt-peak (GWp) di Monumen Operasi Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Prabowo menegaskan bahwa program PLTS 100 GWp, potensi panas bumi (geothermal), serta penemuan ladang gas nasional harus dioptimalkan demi mewujudkan kemandirian energi dan memperkuat ketahanan nasional dari situasi geopolitik global.

"Dengan 100 GW, dengan geothermal yang kita punya, dengan ladang-ladang gas yang kita sudah temukan, dengan lifting minyak yang harus naik terus, kita tidak boleh impor lagi satu barel pun minyak," ujar Prabowo.

Ia mengatakan, Indonesia harus berhenti ketergantungan pada pasokan energi dari luar negeri, termasuk impor LPG masyarakat.

"Kita tidak boleh impor lagi, Insyaallah dalam waktu sesingkat-singkatnya, satu tabung LPG pun kita tidak boleh impor lagi. Menteri ESDM, sanggup?" tanya Prabowo. 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. [Tangkapan laya]

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang turut hadir dalam peresmian tersebut langsung merespons perintah dari Prabowo tersebut.  

"Siap laksanakan," tegas Bahlil.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com